Pengusaha Minta Pramono Anung Sediakan Ruang Khusus UMKM di Mal dan Hotel

Ketua Umum Ipemi, Ingrid Kansil, mengusulkan agar hotel dan mall di Jakarta wajib menyediakan ruang khusus bagi pelaku UMKM lokal.

Diterbitkan 17 Oktober 2025, 09:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) mendorong Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, agar membuat kebijakan yang lebih berpihak pada pengusaha kecil dan menengah. Salah satu usulan utama adalah agar mall dan hotel di Jakarta menyediakan ruang khusus bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk mereka.

Ketua Umum Ipemi, Ingrid Kansil, bersama Sekretaris Jenderal Nurwahidah Saleh dan sejumlah pengurus pusat, bertemu langsung dengan Gubernur Pramono di Balai Kota Jakarta, belum lama ini.

“Pada kesempatan tersebut, Pak Gubernur menerima langsung audiensi dari Ipemi. Pak Gubernur menyampaikan akan terus memperluas ruang-ruang UMKM di DKI,” ujar Ingrid dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/10/2025).

Menurut Ingrid, pertemuan ini juga menjadi langkah awal menjajaki kerja sama Ipemi dengan Pemprov DKI, khususnya dalam pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi lokal.

 

Kebijakan Berpihak

Ingrid menekankan pentingnya kebijakan yang berpihak kepada pelaku usaha kecil. Ia mengusulkan agar hotel dan mall di Jakarta diwajibkan berkolaborasi dengan UMKM sekitar, baik dalam penyediaan produk maupun promosi.

“Khusus hotel-hotel diharapkan menyediakan corner kuliner khas Betawi dengan memberdayakan UMKM lokal seperti penjual ketoprak, bir pletok, nasi uduk, dan lainnya. Begitu juga mall yang diharapkan bisa memfasilitasi ruang usaha bagi UMKM secara maksimal,” jelasnya.

Ia menilai, hotel dan mall berperan sebagai akomodator berorientasi keberlanjutan, sehingga kolaborasi dengan UMKM menjadi langkah strategis. Kerja sama ini diyakini dapat meningkatkan omzet pelaku usaha, memperluas akses pasar, dan membantu UMKM beradaptasi dengan standar industri yang lebih tinggi.

 

Tembus Ekspor

Menurut Ingrid, kemitraan antara UMKM dan sektor perhotelan juga dapat memperkuat daya saing produk lokal hingga berpotensi tembus pasar ekspor.

“Kemitraan seperti ini membantu UMKM beradaptasi dengan standar industri yang dapat memperkuat daya saing dan potensi ekspor mereka,” ujarnya.

Namun, ia mengakui bahwa belum semua hotel dan mall memberikan dukungan optimal. Beberapa hanya menyediakan ruang di area kurang strategis dengan biaya sewa yang tinggi, sehingga sulit dijangkau oleh pelaku usaha kecil.

“Masih banyak mall besar yang belum memberikan ruang maksimal untuk UMKM. Bahkan, jika diberi tempat, lokasinya sering di area yang jarang dilalui pengunjung,” ungkap Ingrid.

Ia berharap Gubernur Pramono dapat memastikan kebijakan nyata yang mendorong pemerataan kesempatan usaha bagi UMKM Jakarta melalui kolaborasi lintas sektor.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6