InJourney Airports Sulap Bandara Soekarno-Hatta dan Bali Jadi Proyek Percontohan

Setahun pasca penggabungan antara Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II, InJourney Airports atau Angkasa Pura Indonesia, semakin memperlihatkan eksistensinya mengelola 37 bandara yang ada di Indonesia. 

Diperbarui 17 September 2025, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tepat setahun setelah penggabungan Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II, InJourney Airports—atau yang juga dikenal sebagai Angkasa Pura Indonesia—kini mengelola 37 bandara di seluruh negeri. Sebagai capaian awal, mereka memulai proyek besar dengan mentransformasi dua bandara tersibuk di Indonesia: Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Menurut Direktur Utama InJourney Airports, Rizal Pahlevi, kedua bandara ini menjadi pilot project untuk mengubah tampilan, fungsi, hingga kapasitas penumpang.

"Dua bandara ini dijadikan pilot project transformasi InJourney Airports, yakni Bandara Soekarno Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali," ujar Rizal saat melakukan media tour di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (17/9/2025).

Meski perbaikan sudah berjalan, ia menegaskan bahwa prosesnya belum sepenuhnya selesai. Sebagai contoh, di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, meskipun sebagiannya sudah rampung, perbaikan akan dilanjutkan ke bagian lain tanpa mengganggu operasional penerbangan.

 

Fokus pada 10 Bandara Internasional

InJourney Airports berencana melanjutkan perbaikan ini ke 10 bandara lainnya hingga tahun 2030, dengan menjadikan kedua bandara tadi sebagai percontohan. Rizal menyebut, pemerintah menargetkan 10 bandara di Indonesia akan menjadi bandara internasional, termasuk di Makassar, Balikpapan, Surabaya, dan Yogyakarta.

Seluruh fasilitas, baik di sisi udara maupun di dalam gedung, akan ditingkatkan. Tujuannya adalah untuk membuat pengalaman penumpang menjadi lebih nyaman dan aman. "Kita akan menambah dan memperbaiki terus fasilitasnya. Sehingga, masyarakat yang ke bandara itu nyaman dan aman," kata Rizal.

 

Target 160 Juta Penumpang di Akhir 2025

Di sisi lain, Wakil Direktur InJourney Airports, Achmad Syahir, mengungkapkan bahwa perusahaan menargetkan bisa melayani 160 juta pergerakan penumpang di 37 bandara yang mereka kelola hingga akhir 2025.

"Tahun 2024, trafik kami mencapai 150 hingga 157 juta pergerakan penumpang. Dan di tahun 2025 ini kami targetkan menjadi 160 juta," ujar Syahir.

Ia juga menambahkan, pergerakan penumpang ini sangat dipengaruhi oleh aktivitas di Bandara Soekarno-Hatta, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6