Nilai Tukar Petani Agustus 2025 Naik 0,79 Persen

BPS mencatat pada Agustus 2025 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,01 persen yang utamanya disebabkan oleh penurunan indeks pada kelompok transportasi.

Diterbitkan 01 September 2025, 15:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Agustus 2025 sebesar 123,57 atau naik 0,76 persen dibanding NTP bulan sebelumnya.

"Nilai Tukar Petani atau NTP pada Agustus 2025 tercatat 123,57 atau naik 0,76 persen dibandingkan Juni 2025," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferenis pers BPS, Senin (1/9/2025).

Pudji menjelaskan, kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan sebesar 0,84 persen lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,08 persen.

Komoditas yang mempengaruhi peningkatan indeks harga yang diterima Petani nasional adalah gabah, kelapa sawit, jagung, dan juga bawang merah.

Kemudian, jika dilihat secara subsektor, maka subsektor yang mengalami peningkatan NTP tertinggi adalah subsektor tanaman pangan sebesar 2,40 persen. Hal ini dikarenaka It naik sebesar 2,31 persen, sementara Ib turun 0,09 persen.

"Komoditas yang dominan mempengaruhi peningkatan It untuk subsektor tanaman pangan ini adalah gabah jagung, ketela rambat dan kacang hijau," ujarnya.

 

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian

Lebih lanjut, BPS mencatat pada Agustus 2025 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,01 persen yang utamanya disebabkan oleh penurunan indeks pada kelompok transportasi.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Agustus 2025 sebesar 127,56 atau naik 0,67 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Pada Agustus 2025, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp13.838 per kg, naik sebesar 2,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

"Sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp13.458 per kg atau naik sebesar 1,46 persen, beras kualitas submedium sebesar Rp13.319 per kg atau naik sebesar 1,14 persen, dan rata-rata harga beras pecah di penggilingan sebesar Rp13.740 per kg atau naik sebesar 5,89 persen," ujarnya.

 

Agustus 2025 Alami Deflasi

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi sebesar 0,08 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada Agustus 2025. Angka ini menurunkan indeks harga konsumen (IHK) dari 108,60 pada Juli menjadi 108,51 pada Agustus.

"Pada Agustus 2025 terjadi deflasi sebesar 0,08 persen secara bulanan atau terjadi penurunan indeks harga konsumen dari 108,60 pada Juli 2025 menjadi 108,51 pada Agustus 2025," kata Pudji.

Ia menyebut deflasi pada bulan Agustus merupakan fenomena musiman. Sejak 2021, pola deflasi selalu tercatat setiap bulan Agustus. Namun, tingkat deflasi Agustus 2025 ini lebih rendah dibandingkan dengan Agustus 2023 maupun 2024.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6