UMKM Diperkuat Melalui KUR untuk Jaga Ketahanan Ekonomi

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menuturkan, data UMKM yang lebih dari 50 juta juga menjadi basis karena yang penting selain pertumbuhan ekonomi yang diharapkan adalah ekonomi keluarga

Diperbarui 23 Agustus 2025, 09:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketahanan dan stabilitas ekonomi Indonesia masih tetap terjaga meski didera dengan situasi global yang masih penuh dengan tantangan.

Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat solid pada angka 5,12% (yoy) pada kuartal II 2025 dan diikuti dengan tingkat inflasi pada Juli 2025 yang tetap terkendali di level 2,37%.

Dengan target pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025 yang mencapai 5,2% (yoy), Pemerintah terus mendorong berbagai kebijakan untuk mendukung efektivitas sejumlah faktor penggerak pertumbuhan seperti kenaikan investasi, impor barang modal, belanja modal Pemerintah, hingga deregulasi aturan untuk memudahkan perizinan terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, hal tersebut diharapkan bisa mendorong UMKM itu untuk terdata dengan baik dengan sistem digitalisasi dan Pemerintah mendorong ke depan di government menjadi penting.

“Dan data UMKM yang lebih dari 50 juta juga menjadi basis karena yang penting selain pertumbuhan ekonomi yang diharapkan adalah ekonomi keluarga. Jadi kalau ekonomi keluarga aman, saya yakin ekonomi secara keseluruhan juga relatif aman,” kata Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam acara Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025 yang diselenggarakan oleh Sampoerna Retail Community (SRC) di Jakarta, Jumat, 22 Agustus 2025, seperti dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (23/8/2025).

 

Perkuat Dukungan bagi UMKM

Pemerintah juga terus memperkuat dukungan bagi UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Program tersebut terus diperluas jangkauannya agar semakin banyak pelaku usaha yang mendapatkan akses permodalan untuk mengembangkan usaha. Melalui program KUR tersebut, Pemerintah berkomitmen mendorong UMKM agar semakin maju, mandiri, dan mampu berkontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menyebutkan sebanyak 88,7% penduduk di Indonesia telah menggunakan jasa keuangan formal, sehingga penggunaan digital payment pada UMKM binaan SRC menjadi terobosan yang baik dalam mendukung digitalisasi.

 

Apresiasi Kerja Sama

Menko Airlangga juga mengapresiasi SRC yang kini telah menaungi lebih dari 250 ribu toko kelontong yang tersebar di seluruh pelosok dan berdampak tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, dan perekonomian nasional.

Selain itu, Menko Airlangga juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara SRC dengan Bank BRI, Telkom, Bulog, Pos Indonesia, dan Pertamina Retail.

Kolaborasi strategis tersebut diharapkan akan kian memperkuat peran UMKM, khususnya dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital. Sinergi lintas sektor tersebut dapat menjadi kunci penting bagi keberhasilan UMKM untuk tumbuh lebih kuat, berdaya saing, dan berkontribusi nyata terhadap perekonomian nasional.

 

Jaga Resielensi Ekonomi

“Acara ini adalah bukti nyata, namanya Indonesia Incorporated. Bapak Presiden ingin kita mendorong Indonesia Incorporated, artinya Pemerintah, pengusaha, termasuk media, UMKM, kita bersama-sama menjaga resiliensi ekonomi Indonesia. Dan tadi disampaikan bahwa produksi ataupun industri harus terus didorong dan tingkat pemanfaatan KUR untuk sektor produksi harus ditingkatkan,” jelas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kemenko Perekonomian Ferry Irawan.

Selain itu, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian Rudi Salahuddin, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Presiden Direktur PT HM Sampoerna, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Direktur Utama Pertamina Retail, Presiden Direktur Telkomsel, Direktur Utama Perum Bulog, Jajaran Direksi Bank Himbara, serta Perwakilan UMKM Binaan SRC.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6