Lahan Keraton Yogyakarta Disewakan Buat 2 Proyek Jalan Tol, Segini Nilainya

Kementerian PU menyatakan, lama konsesi sewa lahan untuk proyek tol Solo-Yogyakarta mencapai 40-50 tahun.

Diterbitkan 22 Juli 2025, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian lahan milik Keraton Yogyakarta akan digunakan untuk proyek tol Solo-Yogyakarta dan Yogyakarta-Bawen. Skemanya adalah sewa lahan dengan nilai total Rp 160 miliar.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizali Anwar mengatakan lama konsesi sewa lahan itu mencapai 40-50 tahun. Adapun luasnya mencapai 320 ribu meter persegi (m2).

"Ya, sistemnya sewa, untuk jalan tol Solo-Yogyakarta, Yogya-Bawen. 320 ribu m2 ya, (konsesi) kurang lebih 40-50 tahun," ungkap Roy, ditemui di kantor Kementerian PU, Jakarta, ditulis Selasa (22/7/2025).

Dia mengatakan, nantinya biaya sewa itu akan ditanggung oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang menjalankan proyek tol tersebut. Total biaya sewanya mencapai Rp 160 miliar.

Adapun, BUJT ini merujuk pada PT Jasamarga Jogja Bawen dan PT Jasamarga Jogja Solo. 

"(Ditanggunga) BUJT ya. Masuk dari investasinya BUJT. Kurang lebih Rp 160 M, selama 40 tahun ya, selama konsesi," bebernya.

Lahan Keraton Dipakai Buat Jalan Tol

Penyerahan 320 ribu meter persegi lahan Keraton Yogyakarta itu ditandai dengan Serat Kekancingan yang disampaikan oleh Sultan Hamengkubuwono X ke Kementerian PU. Penyerahan ini dilakukan pada Selasa, 15 Juli 2025.

Dokumen itu jadi tanda kerja sama pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo dan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen. 

Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo dibangun di atas tanah seluas 245.302 meter persegi. Terdiri dari 177 bidang tanah desa, dan 17 bidang tanah Sultan. Sementara, Jalan Tol Yogyakarta-Bawe dibangun di atas lahan 75.440,75 meter persegi dengan 90 bidang tanah desa dan 8 bidang tanah Sultan.

Menteri PU Dody Hanggodo Temui Sultan HB X

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melakukan pertemuan dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X di Kompleks Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kamis (22/5/2025). 

Pertemuan dilaksanakan secara tertutup selama kurang lebih 6 jam membahas sejumlah dukungan infrastruktur Kementerian PU di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Juru Bicara Kementerian PU Aisyah Zakiyyah mengatakan, pertemuan tersebut untuk memperkuat kolaborasi dalam rangka mendukung Provinsi DI Yogyakarta sebagai kawasan budaya dan pariwisata melalui program-program pembangunan infrastruktur di Provinsi DIY. 

"Betul, pada Kamis kemarin Bapak Menteri PU bersama Gubernur DIY bertemu empat mata selama 6 jam, dari jam 10 pagi sampai 16 sore, membahas sejumlah dukungan infrastruktur Sumber Daya Air, konektivitas, dan infrastruktur - infrastruktur Prasarana Strategis di Yogyakarta," kata Aisyah. 

 

Penguatan Infrastruktur

Aisyah menambahkan, pembahasan berlangsung secara teknis dan bersifat fundamental untuk masa depan kawasan DIY. Fokus utama adalah pada penguatan infrastruktur untuk mendukung potensi budaya, pariwisata, serta sektor pertanian.

"Kementerian PU dan Pemerintah Provinsi Yogyakarta dapat terus bersinergi dalam memaksimalkan potensi pertanian di Provinsi DIY guna mendukung program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto," ujar Aisyah.

Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal dari sejumlah program pembangunan strategis yang akan memperkuat ketahanan wilayah DIY dalam jangka panjang serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6