Donald Trump Bakal Kirim Surat ke Lebih dari 150 Negara Terkait Tarif

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah mengumumkan tarif ke mitra dagang utama, kemudian mengirimkan surat ke lebih dari 150 negara terkait tarif.

Diterbitkan 17 Juli 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu, 16 Juli 2025 menuturkan akan mengirimkan surat ke lebih dari 150 negara. Hal ini seiring rencana menerapkan serangkaian bea masuk yang akan berlaku mulai 1 Agustus, termasuk pungutan atas impor farmasi dan semikonduktor.

"Kami hanya akan mengirimkan pemberitahuan pembayaran, dan pemberitahuan pembayaran tersebut akan menyebutkan berapa tarif-nya,” ujar Trump seperti dikutip dari Yahoo Finance, Kamis (17/7/2025).

"Semuanya akan sama untuk semua orang, dan kelompok,” ia menambahkan.

Sebelumnya, Trump mengatakan, pungutan obat-obatan dan chip akan diberlakukan pada Agustus, sehingga penerapannya akan bersamaan dengan tarif “timbal balik” yang ditangguhkan yang ditetapkan pada Apri, serta rencana tarif impor tembaga.

Langkah terbaru ini muncul setelah Trump mengiriman surat kepada lebih dari 20 mitra dagang yang menguraikan tarif atas barang-barang impor dari negara mereka.

Surat-surat itu menetapkan tingkat tarif dasar baru sebesar 20%-40%, kecuali pungutan 50% untuk barang-barang dari Brasil, sebuah langkah yang menganggu politik dalam negeri.

Pekan lalu, Trump mengumumkan tarif 35% untuk barang-barang Kanada dan menindaklanjutinya dengan janji bea masuk 30% untuk Meksiko dan Uni Eropa. Uni Eropa telah menyiapkan daftar panjang tarif balasan yang akan memengaruhi produk-produk Amerika senilai USD 84 miliar jika perundingan gagal.

Surat-surat tersebut terkadang mengacaukan negosiasi yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Hal ini dengan Trump mengatakan ia terbuka untuk mencapai kesepakatan yang berbeda, tetapi juga menyebut surat-suratnya sebagai "kesepakatan" itu sendiri.

Pada Selasa, Trump mengatakan timnya telah mencapai kesepakatan dagang dengan Indonesia yang akan membuat barang-barang dari negara tersebut dikenakan tarif 19%, menurunkan tarif yang telah ia ancamkan dalam suratnya.

Kondisi Mitra Utama

Seiring pasar fokus pada perundingan Amerika Serikat (AS), berikut kondisi mitra utama lainnya:

Vietnam:

Trump mengatakan kesepakatan dengan Vietnam "sudah cukup matang." Dua minggu lalu, Trump mengatakan pakta tersebut akan membuat impor negara tersebut dikenakan tarif 20%, lebih rendah dari 46% yang diancamkan Trump pada bulan April. Selain itu, terdapat tarif 40% yang lebih tinggi "untuk setiap transshipment" — ketika barang yang dikirim dari Vietnam berasal dari tempat lain, seperti Tiongkok.

India:

Tarif Trump terhadap Brasil telah meningkatkan taruhan bagi India, anggota lain dari koalisi BRICS. Bloomberg melaporkan kedua negara sedang mengupayakan kesepakatan kerangka kerja yang dapat menurunkan tarif AS atas barang-barang dari India di bawah 20%.

 

Tarif Dagang

Trump mengumumkan tarif untuk mitra dagang tertentu pada Juli 2025 seperti dikutip dari Yahoo Finance:

  • Indonesia jadi 19% dari 32%
  • Filipina jadi 20% dari 17%
  • Brunei jadi 25% dari 24%
  • Moldova jadi 25% dari 31%
  • Japan jadi 25% dari 24%
  • Korea Selatan jadi 25% dari 25%
  • Malaysia jadi 25% dari 24%
  • Kazakshtan jadi 25% dari 27%
  • Tunisia jadi 25% dari 28%
  • Uni Eropa jadi 30% dari 20%
  • Meksiko jadi 30%
  • Sri Lanka jadi 30% dari 44%
  • Irak jadi 30% dari 39%
  • Libya jadi 30% dari 31%
  • Algeria jadi 30% dari 30%
  • Afrika Selatan jadi 30% dari 30%
  • Bosnia dan Herzegovina jadi 30% dari 35%
  • Kanada jadi 35%
  • Serbia jadi 35% dari 37%
  • Bangladesh jadi 35% dari 37%
  • Thailand jadi 36% dari 36%
  • Kamboja jadi 36% dari 49%
  • Myanmar jadi 40% dari 44%
  • Laos jadi 40% dari 48%
  • Brasil jadi 50% dari 10%

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6