Punya Bank Syariah Matahari, Muhammadiyah Keluarkan Imbauan ke Seluruh Persyarikatan

Setelah resmi mengubah BPR Matahari menjadi Bank Syariah Matahari (BSM), PP Muhammadiyah mengimbau seluruh jaringan persyarikatan menempatkan dana dan aktivitas keuangan di bank milik sendiri.

Diterbitkan 15 Juli 2025, 14:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan imbauan kepada seluruh unsur persyarikatan untuk mendukung operasional Bank Syariah Matahari (BSM), lembaga keuangan syariah yang baru dikonversi dari BPR Matahari Artadaya menjadi BPRS. Konversi resmi tersebut mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir Juni 2025 dan berada di bawah naungan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka).

Dalam Surat Imbauan Nomor 124/HIM/I.0/C/2025, PP Muhammadiyah mendorong semua unsur persyarikatan—termasuk organisasi otonom (Ortom) dan amal usaha Muhammadiyah (AUM)—untuk menempatkan dana pihak ketiga (DPK) di BSM.

Tak hanya itu, Muhammadiyah juga mengimbau agar aktivitas keuangan kelembagaan dilakukan melalui BSM, termasuk transaksi rutin, pengelolaan keuangan internal, dan dukungan terhadap sosialisasi bank ini di wilayah masing-masing.

“Langkah ini diyakini akan membawa manfaat besar bagi Persyarikatan, masyarakat sekitar, serta pengembangan nilai-nilai ekonomi syariah yang inklusif. Bank ini diharapkan menjadi kemandirian ekonomi umat dan alat dakwah di bidang keuangan,” tulis Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas dalam surat tersebut, dikutip dari Antara, Selasa (15/7/2025).

Langkah Bertahap Menuju Konsolidasi Bank Syariah Muhammadiyah

Meski potensi untuk mendirikan bank umum syariah (BUS) sangat besar, Muhammadiyah menegaskan belum akan mengambil langkah tersebut dalam waktu dekat. Fokus saat ini adalah memperkuat BPRS yang ada terlebih dahulu, salah satunya melalui BSM.

“Mendirikan BUS untuk saat ini belum ada rencana walau desakan dari kalangan anggota cukup kuat, karena banyak hal yang harus dipersiapkan baik dari segi permodalan, jaringan, IT dan sumber daya manusianya,” ujar Anwar.

OJK sendiri telah menyurati Muhammadiyah agar melakukan merger BPRS-BPRS di lingkungan persyarikatan, dengan harapan dapat melahirkan satu entitas besar yang kelak bisa naik kelas menjadi BUS.

 

OJK Dukung BSM Jadi Fondasi Menuju BUS Muhammadiyah

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengonfirmasi konversi BPR Matahari Artadaya menjadi BPRS Matahari. Ia berharap langkah ini menjadi awal konsolidasi Muhammadiyah dalam sektor perbankan syariah.

“Itu sebenarnya ganti nama dulu, kemudian baru yang lainnya bergabung. Nanti mudah-mudahan bisa sampai bank umum juga,” jelas Dian saat ditemui dalam pembukaan BSI International Expo 2025 di Jakarta.

OJK saat ini memang tengah mendorong konsolidasi industri perbankan syariah nasional. Targetnya, dalam jangka menengah akan terbentuk 3–5 bank syariah hasil merger yang mampu bersaing dengan Bank Syariah Indonesia (BSI).

 

Mandiri Finansial Lewat BSM

Langkah Muhammadiyah mendorong warganya mendukung BSM menunjukkan pendekatan terintegrasi antara penguatan ekonomi dan dakwah berbasis komunitas. Dengan ribuan AUM di berbagai sektor, sinergi ini diyakini akan memperkuat ketahanan ekonomi umat.

Imbauan resmi dari PP Muhammadiyah ini juga menandai komitmen persyarikatan untuk memiliki dan mengelola bank syariah sendiri—sebagai bagian dari jalan kemandirian ekonomi berbasis nilai Islam dan semangat organisasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6