Agrinas Pangan Tancap Gas Garap 11 Ribu Hektare Sawah di Sumsel Bulan Depan

Fokus utama yang akan lebih dulu dilakukan Agrinas Pangan Nusantara adalah menggarap sawah padi. Namun, tak menutup kemungkinan di beberapa lokasi akan dilakukan penanaman jagung.

Diterbitkan 14 Mei 2025, 22:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) akan mulai menggarap 11.000 hektare lahan sawah di kawasan Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Targetnya, penggarapan lahan itu dimulai paling lambat 2 bulan kedepan.

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota menyampaikan lahan itu akan digarap bersama aparat TNI. Fokusnya adalah mengelola lahan persawahan padi

"Jadi kita akan melakukan langkah quick win yang kita lakukan yaitu kita bekerjasama dengan TNI di lahan yang di Baturaja ada 11.000 hektare, itu adalah quick win kita," kata Joao Mota usai Launching Agrinas Pangan Nusantara, di Jakarta, Rabu (14/5/2025).

"Jadi itu yang pertama kali kita akan siapkan dengan perhitungan-perhitungan yang matang untuk mengeksikusinya," sambungnya.

Fokus utama yang akan lebih dulu dilakukan adalah menggarap sawah padi. Namun, tak menutup kemungkinan di beberapa lokasi akan dilakukan penanaman jagung.

"Memang kami fokus ke padi, tetapi dari observasi kami ada beberapa lahan yang agak tinggi, itu mungkin akan kita tanam jagung karena kita nanti selain ada rice mill, kita akan ada pit mill juga," tuturnya.

Mulai 1 Bulan ke Depan

Lebih lanjut, Joao Mota menyampaikan Agrinas Pangan Nusantara akan mulai bergerak dalam 1-2 bulan ke depan.

"Kita sudah mulai dengan dana yang kita punya sekarang dari Yodya Karya, kita sudah bisa bridging untuk memulai kegiatan gitu," sambung Joao Mota.

 

Belum Punya Anggaran

Sebelumnya, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota mengaku belum memiliki anggaran untuk memulai kerjanya. Padahal, ada tugas untuk menggarap 425.000 hektare lahan sawah pada tahun ini.

Agrinas Pangan Nusantara merupakan transformasi dari BUMN konsultan konstruksi, Yodya Karya. Fokus bisnis perusahaan pun berubah dengan menggarap sektor pertanian. Namun, Joao Mota mengaku belum memiliki anggaran.

"Sejauh ini nol, belum ada. Jadi kita sampai hari ini belum mendapatkan dana dari pemerintah atau dana dari publik," ungkap Joao Mota, usai Launching Agrinas Pangan Nusantara, di Jakarta, Rabu (14/5/2025).

 

Lebih Dulu Rampungkan Rencana Perusahaan

Dia mengatakan, saat ini belum menghitung kebutuhan anggaran untuk operasional perusahaan. Dia memilih lebih dahulu menyelesaikan rencana bisnis Agrinas Pangan Nusantara.

Meski demikian, Joao Mota mengaku pernah mendapat tawaran anggaran sebesar Rp 3 triliun. Kendati rencana perusahaan belum rampung, dia menolak tawaran itu.

"Kami pernah mau diberikan anggaran Rp 3 triliun tetapi kami tidak memproses itu karena kami menunggu kepastian desain maupun rencana selesai dulu, baru (bicara anggaran). Karena kita dalam bekerja kita harus mulai dari DED-nya desain dan engineering-nya," tuturnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6