Kepala BKN: Jangan Tergoda Iming-Iming Kelulusan PPPK Tahap II dengan Uang

BKN kembali mengingatkan para peserta Seleksi Kompetensi (Selkom) PPPK Tahap II Tahun Anggaran 2024 agar tidak mudah tergiur dengan janji kelulusan dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Diperbarui 14 Mei 2025, 19:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan Arif Fakrulloh, kembali mengingatkan para peserta Seleksi Kompetensi (Selkom) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II Tahun Anggaran 2024 agar tidak mudah tergiur dengan janji kelulusan dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Peringatan tersebut disampaikan saat Prof. Zudan meninjau langsung pelaksanaan ujian di beberapa titik lokasi tes mandiri di Yogyakarta, yaitu di Hotel Sahid Raya (Tilok Mandiri BKN Yogya 2) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta (Tilok Mandiri BKN Yogya 1), pada 12 hingga 13 Mei 2025.

Minta Lapor

Dalam kunjungan tersebut, Prof. Zudan secara tegas meminta peserta untuk segera melaporkan jika menemukan pihak yang menawarkan kelulusan dengan syarat pembayaran uang.

“Jika ada yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan, segera laporkan kepada petugas BKN di lokasi. Bila pelaku adalah petugas BKN, langsung sampaikan ke saya, akan saya tindak tegas dan pecat,” tegasnya, Rabu (14/5/2025).

Ia juga mendorong peserta untuk tetap fokus dan percaya pada proses seleksi yang objektif. Menurutnya, keberhasilan hanya bisa diraih melalui persiapan yang matang, keyakinan, dan doa.

“Kunci utama adalah persiapan yang baik, hati dan pikiran yang selaras dengan tujuan, serta kepercayaan penuh pada Tuhan,” ucapnya memberikan motivasi.

 

Seleksi PPPK Tahap II: Menjawab Panggilan Negara

Peninjauan di Tilok ISI Yogyakarta turut dihadiri oleh sejumlah pejabat, antara lain Wakil Kepala BKN Haryomo Dwi Putranto, Kepala Kantor Regional I BKN Yogyakarta Paulus Dwi Laksono, Rektor ISI Yogyakarta Irwandi, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara Indarto.

Dalam kesempatan itu, Prof. Zudan menekankan bahwa seleksi PPPK bukan sekadar ujian administratif, melainkan bagian dari proses membangun masa depan bangsa.

“Ini bukan sekadar tes biasa. Anda sedang menjawab panggilan negara. Masa depan masih panjang, dan Indonesia membutuhkan ide, inovasi, serta kontribusi nyata dari generasi muda,” ungkapnya di hadapan peserta.

 

Diikuti 680.000 Peserta

Sebagai informasi, PPPK Tahap II Tahun Anggaran 2024 menyasar berbagai formasi strategis, terutama untuk jabatan fungsional guru, tenaga kesehatan, dan teknis.

Menurut data BKN, lebih dari 680.000 peserta mengikuti proses seleksi tahap ini secara nasional, dengan ribuan titik lokasi ujian tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah menargetkan penempatan tenaga PPPK ini untuk memperkuat pelayanan publik di daerah, termasuk wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Pelaksanaan seleksi dilakukan secara transparan dan digital, mengacu pada prinsip meritokrasi dan bebas dari intervensi pihak luar. BKN juga membuka saluran pengaduan bagi peserta yang menemukan indikasi pelanggaran dalam proses seleksi.

Melalui peninjauan langsung ini, BKN menunjukkan komitmennya dalam menjaga integritas dan kualitas rekrutmen aparatur negara, serta memastikan bahwa setiap individu yang lolos seleksi benar-benar memiliki kompetensi dan dedikasi untuk mengabdi bagi kemajuan bangsa.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6