Bio Farma Percepat Eliminasi TBC Nasional Melalui Vaksin Baru

Bio Farma memegang peran strategis sebagai bagian dari BUMN farmasi dalam mendukung agenda nasional eliminasi TBC pada 2030.

Diperbarui 10 Mei 2025, 21:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bio Farma (Persero) berupaya mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Sehubungan dengan itu, perusahaan menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan nasional di sektor kesehatan.

Langkah ini diwujudkan melalui pengembangan produk diagnostik, vaksin, serta kolaborasi riset inovatif yang menjadi bagian penting dalam penanggulangan TBC di tanah air.

Sebagai negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi kedua di dunia setelah India, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pengendalian penyakit menular ini. Menyadari hal tersebut, Bio Farma memegang peran strategis sebagai bagian dari BUMN farmasi dalam mendukung agenda nasional eliminasi TBC pada 2030.

"Kami berkomitmen menghadirkan solusi berbasis inovasi, dari hulu ke hilir, untuk mendukung upaya eliminasi TBC. Fokus kami tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri, tapi juga pada peningkatan daya saing industri farmasi nasional," ujar Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto dalam keterangan resmi, Sabtu (10/5/2025).

Inovasi Vaksinasi dan Ketahanan Kesehatan Nasional

Saat ini, Bio Farma tengah mengembangkan vaksin generasi terbaru untuk TBC (new-TB vaccine), yang ditargetkan memasuki uji klinis fase 3 pada tahun ini. Vaksin ini dikembangkan melalui kolaborasi riset dengan mitra dalam dan luar negeri, guna mempercepat ketersediaan teknologi kesehatan yang inovatif dan berkelanjutan.

"Dengan kemandirian dalam pengembangan vaksin dan alat diagnostik, Indonesia dapat menekan ketergantungan pada impor dan memperkuat sistem ketahanan kesehatan nasional. Ini adalah investasi strategis jangka panjang," tambah Bambang.

 

Ketersediaan Vaksin BCG

Bio Farma juga terus memastikan ketersediaan vaksin Bacillus Calmette-Guérin (BCG), sebagai vaksin utama dalam pencegahan TBC pada anak-anak.

Di tengah meningkatnya kasus resistensi obat, langkah preventif melalui vaksin menjadi semakin krusial. Dukungan Terhadap Program Imunisasi Nasional Tanpa perlindungan vaksin, TBC berisiko menyebabkan komplikasi berat seperti meningitis TBC, TBC tulang, dan TBC paru kronis yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup pasien.

Oleh karena itu, Bio Farma mendukung penuh program imunisasi nasional untuk memperluas cakupan dan akses vaksinasi yang merata.

Upaya ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) serta Rencana Aksi Nasional Eliminasi TBC, dan merupakan kontribusi nyata Bio Farma dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh dan inklusif. Komitmen ini juga mendukung semangat Asta Cita pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan manusia Indonesia unggul dan berdaya saing global.

 

2.095 Warga Indonesia Terlibat dalam Uji Klinik Vaksin TBC M72 Besutan Bill Gates

Sebelumnya, Indonesia turut terlibat dalam pengembangan kandidat vaksin tuberkulosis (TBC) M72 besutan Gates Foundation milik filantropi Bill Gates. Indonesia telah menyelesaikan proses rekrutmen partisipan untuk uji klinik fase 3 kandidat vaksin TBC M72.

Sebanyak 2.095 partisipan dari kelompok usia remaja dan dewasa telah direkrut untuk berpartisipasi dalam uji klinik tersebut.

"Pelaksanaan uji klinik dimulai pada 3 September 2024, dan rekrutmen partisipan secara resmi telah selesai per 16 April 2025," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman dalam keterangan tertulis.

Selain di Indonesia, uji klinik skala global juga dilaksanakan di Afrika Selatan, Kenya, Zambia, dan Malawi. Total partisipan uji klinik fase 3 ini berjumlah 20.081 orang dari lima negara. Di mana Afrika Selatan menjadi kontributor terbesar dengan 13.071 partisipan, diikuti Kenya (3.579), Indonesia (2.095), Zambia (889), dan Malawi (447).

 

 

Dilaksanakan di Berbagai Institusi

Di Indonesia, uji klinik ini dilaksanakan di berbagai institusi medis termasuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), RS Universitas Indonesia (RSUI), RSUP Persahabatan, RS Islam Cempaka Putih di Jakarta, serta Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK UNPAD) di Bandung.

Uji Klinik Vaksin TBC M72 Diawasi Ketat WHO sampai BPOM

Aji juga menyampaikan seluruh pelaksanaan uji klinik vaksin M72 di Indonesia diawasi secara ketat. Mulai dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan RI, serta para ahli vaksin TBC nasional dan global.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6