Siap Berantas Korupsi, Mahfud Md: Hei Koruptor Ku Tabrak Kau!

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut tiga Mahfud Md, mengaku siap memberantas korupsi di Indonesia. Pasalnya, Indonesia dinilai sulit mencapai pertumbuhan dikisaran 7 persen, karena korupsi masih marak dilakukan diberbagai sektor.

Diperbarui 22 Desember 2023, 19:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut tiga Mahfud Md, mengaku siap memberantas korupsi di Indonesia. Pasalnya, Indonesia dinilai sulit mencapai pertumbuhan dikisaran 7 persen, karena korupsi masih marak dilakukan diberbagai sektor.

"Kita harus lawan korupsi, menimbang istilah anak muda, hei koruptor ku tabrak kau, hei wir... mundur kau wir, korupsi saya tabrak," kata Mahfud Md dalam debat Cawapres, di disiarkan secara online di JCC, Jakarta, Jumat (22/12/2023).

Menurutnya, hingga kini korupsi masih terjadi besar-besaran bahkan ditingkat legislatif, eksekutif, dan Yudikatif, sehingga banyak masyarakat miskin semakin miskin.

Sebagai contoh, Mahfud bercerita, saat mengunjungi beberapa daerah di Indonesia, ia bertemu dengan masyarakat Indonesia yang mengaku tidak merasakan manfaat bantuan dari negara.

"Saya ketemu dengan seorang bernama Tedi dan Joni di Padang seorang atau dua orang pegawai angkutan perusahaan truk menyatakan tidak pernah mendapatkan subsidi minyak yang disediakan negara tidak sampe krena dikorupsi," ujarnya.

Kemudian, ada anak kecil yang bercerita ke Mahfud Md bahwa dirinya sulit untuk meraih cita-cita lantaran terkendala dengan pendidikan yang tidak merata.

"Saya juga ketemu dengn Sri Wulan anak kecil di parongpong Bandung Barat, ia mengajak saya main layang-layang katanya saya ingin terbang seperti layang-layang meraih cita tapi tidak dapat," ujar Mahfud.

Disisi lain, Mahfud juga menerima keluhan dari para calon investor yang menyebut banyak oknum yang meminta uang pangkal agar investasi dilancarkan.

"Ada yang tanya ke saya kalau bapak jadi Presiden takut ditangkap, justru kami perlu penegak hukum seperti bapak, karena kami kalau mau investasi di Indonesia di peras, kalau ketauan kami ditangkap katanya kami menyuap. Itulah Indonesia pada saat ini," pungkasnya.

      

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6