Kontribusi Hulu Migas ke Sektor Lain Capai Rp 174,53 Triliun

SKK Migas bakal terus mendorong penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk mendukung operasional di sektor industri hulu migas.

Diperbarui 18 Juli 2022, 17:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan, nilai kontribusi industri migas terhadap industri lain pada periode 2020-Juni 2022 mencapai Rp 174,53 triliun.

Nilai kontrak tersebut jauh di atas nilai kontrak komoditas utama migas sendiri sepanjang 2020 sampai Juni 2022 sebesar Rp 141,20 triliun.

Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman menyatakan, pihaknya bakal terus mendorong penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk mendukung operasional di sektor industri hulu migas.

Menurut dia, bila terlalu bergantung pada impor, ia mempertanyakan bagaimana hulu migas bisa meningkatkan kehandalan dan kesiapan yang responnya musti cepat.

"Artinya, kalau kita terlalu bergantung pada produk luar bisa jadi kita kalah cepat. Bukan berarti tidak boleh impor, kita berusaha ciptakan respon lokal sehingga respon di hulu migas bisa cepat," ujar Fatar Yani di Kantor SKK Migas, Jakarta, Senin (18/7/2022).

Fatar menilai, kehadiran industri migas juga telah berhasil menciptakan efek berganda yang menggeliatkan industri-industri nasional lainnya. Sektor migas merupakan salah satu sektor yang terus bergulir di saat pandemi sehingga roda perekonomian Indonesia tetap berputar.

Selain itu, keterlibatan UMKM dalam keseluruhan nilai total kontrak industri migas hingga Juni 2022 mencapai Rp 17,3 triliun atau sebesar 9,9 persen, dengan TKDN 100 persen.

Adapun hingga 30 Juni 2022, realisasi TKDN industri hulu migas telah mencapai 63,3 persen, enam persen melampaui target yang ditetapkan pemerintah pada tahun ini sebesar 57 persen.

"Kami memastikan bahwa kerjasama yang produktif di antara pelaku usaha lokal dan nasional sebagai penunjang mendorong penggunaan produk dalam negeri, serta meningkatkan capaian TKDN di industri hulu migas," tuturnya.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penerimaan Negara Hulu Migas di Semester I 2022 Sudah Capai 97,3 Persen dari Target

Harga minyak dunia yang tinggi dan penerapan efisiensi hulu migas memberikan dampak positif bagi penerimaan negara. Sepanjang semester I 2022, hingga Juni tahun ini penerimaan negara hulu migas mencapai USD 9,7 miliar, atau setara dengan Rp 140 triliun.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menyatakan, jumlah itu sudah mencapai 97,3 persen dari target penerimaan negara pada APBN 2022, yang ditetapkan sebesar USD 9,95 miliar.

"Kami bersyukur di tengah situasi perekonomian nasional yang belum pulih, serta masih terkendalanya operasional hulu migas akibat pandemi Covid-19, industri hulu migas tetap mampu memberikan penerimaan negara yang optimal," kata Dwi dalam sesi konferensi pers capaian dan kinerja hulu migas semester I 2022, Jumat (15/7/2022).

Namun, Dwi menambahkan, untuk realisasi produksi dan lifting masih lebih rendah dibandingkan target APBN. Salah satu sebabnya, karena adanya unplanned shutdown dan mundurnya penyelesaian proyek strategis nasional (PSN) hulu migas, yakni Jambaran Tiung Biru dan Tangguh Train 3 yang telah dimasukkan dalam perhitungan pada penyusunan target lifting di APBN 2022.

Kendati begitu, program pengeboran sumur pengembangan yang masif dilakukan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di luar EMCL telah mampu menunjukkan hasil positif, dengan mampu menahan laju penurunan produksi dan saat ini pada fase produksi yang meningkat.

 

Selesaikan Proyek

SKK Migas terus mendorong KKKS untuk menyelesaikan proyek-proyek yang sudah dilelang. Dipharakan proyek-proyek tersebut bisa berjalan sesuai target. 

"Kami juga terus berupaya dapat menyelesaikan proyek hulu migas nasional, termasuk proyek strategis nasional sektor hulu migas. Hingga semester pertama 2022, sebanyak 6 proyek hulu migas sudah bisa diselesaikan dari target 12 proyek di tahun ini," papar Dwi.

"Untuk proyek strategis nasional hulu migas yang akan onstream di tahun 2022 adalah Jambaran Tiung Biru (JTB). Karena itu sisa tahun 2022, akan terjadi tren peningkatan produksi dan lifting migas nasional," terangnya.

Beberapa aktivitas utama hulu migas di kuartal kedua 2022 sudah melampaui capaian pada periode yang sama dibanding tahun sebelumnya. Semisal pada pengeboran sumur eksplorasi yang sampai semester I 2022 sudah mencapai 16 sumur, atau lebih tinggi dibanding periode sama tahun sebelumnya sebanyak 13 sumur, atau lebih tinggi 23 persen.

Begitupula pada kegiatan pengeboran sumur pengembangan yang mencapai 348 sumur, atau lebih tinggi 87 persen dibandingkan realisasi periode yang sama 2021 sebanyak 186 sumur.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6