Sukses

Ingin Tambah Daya Listrik Sementara? Ini Caranya

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) mendukung kebutuhan masyarakat untuk kegiatan tertentu yang membutuhkan daya listrik yang lebih besar. Layanan yang diberikan adalah Penyambungan Sementara. 

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Diah Ayu Permatasari mengatakan, layanan ini bisa digunakan atas permintaan pelanggan dan bersifat tidak berkelanjutan.

“Penyambungan Sementara atau yang sering dikenal masyarakat sebagai loss strom atau loss watt ini adalah jawaban PLN untuk kebutuhan listrik daya besar yang bersifat tidak permanen. Pelanggan dapat menyampaikan permintaan sambungan sementara dengan datang ke kantor PLN setempat maupun melalui aplikasi PLN Mobile,” jelas Diah dalam keterangan tertulis, Senin (2/5/2022).

Untuk layanan melalui PLN Mobile, pelanggan tinggal memilih fitur penyambungan sementara dan memilih ID Pelanggan yang akan diperbesar dayanya dan memasukan titik lokasi pelanggan. Setelah itu melengkapi data-data yang dibutuhkan untuk pengajuan penyambungan sementaranya.

Terkait cara pembayaran, PLN pun sudah memberi kemudahan kepada pelanggan dengan melakukan pembayaran melalui PLN Mobile atau melalui Payment Point On Line Bank terdekat.

Diah menjelaskan proses permohonan penyambungan sementara melalui PLN Mobile jadi lebih mudah. "Sebelumnya pelanggan harus ke kantor untuk melakukan permohonan, saat ini pelanggan tinggal menunggu karena petugas akan langsung datang ke lokasi jika sudah dilakukan pembayaran," tutur Diah

Selain memudahkan pelanggan yang membutuhkan layanan tersebut, pelanggan juga terhindar dari bahaya kelistrikan seperti kebakaran akibat korsleting yang terjadi karena penggunaan listrik yang tidak sesuai dengan standar atau penggunaan listrik ilegal.

"Kami berharap ibadah Salat Ied dapat dilaksanakan dengan khusyuk, untuk itu PLN siap mendukungnya dengan layanan penyambungan sementara," tambahnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Dirut PLN Perpanjang Masa Siaga Lebaran Hingga H+14

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memperpanjang masa siaga lebaran hingga H+14 lebaran 2022. Tujuannya guna memastikan keandalan listrik di masyarakat.

"Kami antisipasi musim lebaran kami umumkan siaga lebaran H-7 sampai H+9 akan diperpanjang H+14," katanya dalam konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Minggu (1/5/2022).

Ia memaparkan, dengan demikian mengerahkan ribuan petugas PLN guna memastikan keandalan listrik. Itu juga sebagai antisipasi untuk penyelesaian kendala.

"Maka kami bentuk posko pelayanan listrik, 2.982 posko dengan kekuatan lebih dari 50 ribu personel. Ada 6.142 dan 2.550 pendukung siaga di seluruh unit Sumatera, Kalimantan, Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara," katanya.

Ia juga meminta personel yang bertugas tadi untuk tetap siaga. Kemudian, juga memastikan seluruh peralatan dan kendaraan dalam keadaan siap.

"Andaikan ada gangguan kami perintahkan pasukan kami di lapangan, harus trengginas, harus bisa kita terjun ke lokasinya dan bisa cepat," kata dia.

Salah satu ancaman kelistrikan di masa lebaran ini merupakan cuaca ekstrem yang tak menentu. Namun, Darmawan memastikan pihaknya siap mengatasi kendala-kendala yang ada.

"Ada tantamgan cuaca ekstrem, kami lakuka antisipasi, peralatan ,sparepart, kami siapkan sehingga kondisi apapun kami siap," ujarnya.

"Seluruh pegawai PLN di wilayah kritikal, operator pemeliharaan penanganan gangguan, security, pelaksana, akan kerja 24 jam," tegasnya.

3 dari 3 halaman

Beban Kelistrikan Bergeser

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyebut ada pergeseran beban kelistrikan selama mudik lebaran 2022. Beban yang tadinya ada di pusat kota, bergeser ke daerah tujuan mudik.

Darmawan menyampaikan pergeseran lainnya terjadi dari sektor usaha dan bisnis menjadi sekror rumah tangga. Alasannya, banyak bisnis yang berhenti sementara karena libur lebaran.

"Ada pergeseran dari pola beban kelistrikan dari kondisi biasa bergeser menjadi kondisi lebaran karena pergerakan mudik (tahun ini) lebih besar (sebanyak) 20 juta," katanya dalam konferensi pers, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Minggu (1/5/2022).

Ia menyampaikan, berdasarkan laporan yang diterimanya, beban kelistrikan yang tadinya berada di kota besar seperti Jakarta dan Bandung bergeser ke daerah tujuan mudik.

"Tadi disampaikan bahwa beban di Jakarta, Jawa Barat, di Jawa Timur berkurang, tetapi diikuti kenaikan beban si Jawa Tengah dan Bali," katanya.

Disisi lain, pria yang akrab disapa Darmo itu menyebut pergeseran pola kelistrikan juga terjadi di sektoe bisnis ke rumah tangga.

"Penurunan beban industri dengan bisnis berhenti tapi peningaktan drastis di rumah tangga. Kemudian secara geografis beban tadinya di Jakarta, Bandung, Surabaya, saat ini menyebar merata di seluruh Pulau Jawa dengan konsentrasi di Jawa Tengah dan Bali," ujarnya.