Kementerian ESDM Luncurkan Transisi Energi G20, Angkat 3 Isu Prioritas

Pilar transisi energi merupakan salah satu pilar utama yang akan dibahas dalam Presidensi G20 2022 di Indonesia.

Diperbarui 10 Februari 2022, 10:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, menyampaikan pilar transisi energi merupakan salah satu pilar utama yang akan dibahas dalam Presidensi G20 2022 di Indonesia, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ini dia sampaikan saat meluncurkan Transisi Energi G20 dalam rangka mencapai kesepakatan global percepatan transisi energi, secara virtual pada Kamis (10/2/2022).

Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

“Pada peluncuran G20 Indonesia Desember 2021, Bapak Presiden Joko Widodo telah mengumumkan 3 isu atau pilar yang akan dibahas Indonesia pada Presidensi G20, yaitu kesehatan global, transformasi ekonomi digital,m dan transisi energi,” jelas dia.

Ketiga isu ini diharapkan dapat mewujudkan tema utama presidensi G20 Indonesia yaitu Recover together, Recover stronger atau pulih bersama dan pulih lebih kuat.

Presiden Jokowi telah mengarahkan agar pertemuan G20 dapat menghasilkan kesepakatan yang konkrit dan menghindari perdebatan yang tidak perlu.

Sebagai pengampu transisi energi. Kementerian ESDM mendapat kepercayaan sekaligus tanggung jawab yang besar untuk mensukseskan Presidensi G20 pada pilar transisi energi.

Pilar transisi energi akan mengangkat 3 isu prioritas, yaitu perihal akses, teknologi dan pendanaan. Dengan 3 prioritas tersebut forum transisi energi diharapkan memberikan hasil persidangan G20 lebih konkrit guna memperkuat sistem energi global yang berkelanjutan serta transisi yang berkeadilan dalam konteks pemulihan yang berkelanjutan.

“Dengan urgensi 3 prioritas itu pula, pada pertemuan tingkat Menteri energi nanti di Bali pada awal September 2022, forum transisi energi diharapkan dapat mendapatkan kesepakatan global untuk mengakselerasi transisi energi,” jelasnya.

 

Target Global

Pilar transisi energi diharapkan menghimpun komitmen global lebih kuat, dalam rangka mencapai target global pada akses energi yang ditargetkan agenda tahun 2030.

Ini sebagai pembangunan berkelanjutan untuk meningkatkan pemanfaatan energi yang bersih dan mengintensifkan pendanaan transisi energi.

Hasil utama inilah yang diharapkan oleh Presidensi Indonesia sebagai tindak lanjut aksi-aksi Pasca COP26 atau Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-26 di Glasgow, Skotlandia, dan Presidensi G20 di Italia, dalam rangka mencapai karbon netral.

“Indonesia telah ditargetkan pada tahun 2060 akan mencapai karbon netral atau lebih cepat lagi dengan dukungan komunitas internasional. Oleh karena itu marilah kita semua bersama-sama mensukseskan Forum Transisi energi G20 2022,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6