Sukses

Top 3: Nusantara, Bakal Nama Ibu Kota Negara Baru Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengumumkan nama ibu kota negara baru. Pemerintah berencana untuk memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Suharso menjelaskan, dirinya baru saja mendapat konfirmasi dan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat 14 Januari 2022 bahwa Ibu Kota Negara Baru akan bernama Nusantara.

Nama ibu kota baru ini menjadi artikel yang paling banyak dibaca. Selain itu, masih ada beberapa artikel lain yang tak kalah menarik.

Berikut daftar artikel yang paling banyak dibaca di kanal Bisnis Liputan6.com, Selasa (18/1/2022).

1. Menteri Suharso: Ibu Kota Negara Baru Bernama Nusantara

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengumumkan nama ibu kota negara baru. Pemerintah berencana untuk memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Suharso menjelaskan, dirinya baru saja mendapat konfirmasi dan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat 14 Januari 2022 bahwa Ibu Kota Negara Baru akan bernama Nusantara.

"Beliau (Jokowi) mengatakan Ibu Kota Negara ini namanya Nusantara," jelas Suharso dalam Rapat Pansus RUU Ibu Kota Negara di DPR, Senin (17/1/2022).

Alasan memberi nama Ibu Kota Negara Baru dengan Nusantara adalah kata tersebut sudah dikenal sejak dulu dan sangat ikonik di dunia internasional.

Baca artikel selengkapnya di sini

2 dari 3 halaman

2. Warga Miskin Indonesia Capai 26,50 Juta hingga September 2021

Badan Pusat Statistik (BPS) menjabarkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2021 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, Jumlah penduduk miskin Indonesia di angka 26,50 juta pada September 2021.

"Jumlah penduduk miskin di September 2021 mencapai 26,50 juta orang atau 9,71 persen (dari total penduduk)," kata Kepala BPS Margo Yuwono, di Jakarta, Senin (17/1/2022).

Jumlah penduduk miskin pada September 2021 tersebut di bawah Maret 2021. Tercatat,  penurunannya mencapai 1,04 juta orang. Sedangkan bila dibandingkan dengan kondisi September 2020 turunnya 1,05 juta orang.

"Secara persentase penduduk miskin pada September 2021 mengalami penurunan 0,43 persen poin terhadap maret 2021 dan turun 0,48 persen dari September 2020," tutur Margo.

Baca artikel selengkapnya di sini

3 dari 3 halaman

3. Luhut Imbau Pekerja Kembali WFH untuk Batasi Mobilitas

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau masyarakat untuk bisa membatasi mobilitas keluar rumah, demikian pula perkantoran untuk bisa kembali menerapkan Work From Home (WFH) untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Luhut menegaskan bahwa meski sistem kesehatan Indonesia sudah cukup siap dalam menghadapi Omicron, kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan merupakan kunci utama menekan laju penyebaran kasus.

"Pemerintah siap, kalau masyarakat tidak siap, itu juga jadi masalah," kata Luhut dikutip dari Antara, Senin (17/1/2022).

Sesuai arahan Presiden Jokowi pada ratas hari ini, Luhut mengungkapkan, meski tetap mengikuti level PPKM berdasarkan asesmen yang ada, ia mengimbau masyarakat untuk mulai membatasi aktivitas keluar rumah dan berkumpul yang tidak perlu.

Baca artikel selengkapnya di sini