Sukses

Ekonomi Indonesia Bakal Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia, Ini Prediksinya

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa lembaga keuangan dunia memperkirakan Indonesia bakal menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar. Salah satunya adalah McKinsey yang menyebut di 2030 pertumbuhan ekonomi Indonesia akan ada di peringkat 7 di dunia.

"Banyak lembaga meramalkan Indonesia bisa menjadi negara dengan ekonomi besar seperti McKinsey yang prediksi kita ada di peringkat ke-7 di dunia," kata Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo dalam acara Road to Mofest 4, Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Center for Economic and Bussiness Research juga memperkirakan di 2035 Indonesia akan menduduki posisi ke-8 dalam ekonomi dunia. Bahkan The Economist Inteligence Unit memperkirakan pada 2050 mendatang akan menjadi negara ke-4 di dunia dengan pertumbuhan ekonomi terbesar.

Yustinus mengatakan berbagai ramalan tersebut menjadikan tantangan saat ini untuk mewujudkannya. Menyusun rencana untuk mencapai prediksi dan menghindari hal-hal yang bisa menjauhkan pada pencapaian tersebut.

"Ini melegakan dan sekaligus menantang kita seandaninya itu jadi mimpi kita, apa yang harus kita lakukan untuk memcapai itu dan apa yang harus dihindari," kata dia. 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Negara Berdaulat

Di sisi lain, Indonesia juga memiliki visi di usia 100 tahun akan menjadi negara yang berdaulat, maju, adil dan makmur. Tujuannya, di tahun 2045 menjadi negara maju dengan kekuatan ekonomi ke-5 di dunia. Pendapatan negara juga ditargetkan mencapai USD 29.300 per kapita.

"Impian Indonesia 2045, kita mau jadi negara yang berdaulat, negara adil dan makmur dengan pendaptan per kapita USD 29.300, 10 kali lipat dari pendapatan per kapita saat ini," kata dia.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Indonesia harus memiliki pilar penyangga. Antara lain harus ada SDM dengan penguasaan teknologi yang ada, tidak ada ketimpangan baik dari kemiskinan maupun pendidikan.

Pertumbuhan ekonomi juga harus diarahkan pada ekonomi yang ramah lingkungan. Selain itu harus menjaga ketahanan nasional seperti pangan militer dan sektor lain, termasuk tata kelola pemerintahan.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com