Sukses

BNI Siapkan Strategi Hadapi Dampak Maraknya Layanan Digital

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus mempercepat transformasi digital yang akan membuat layanan menjadi semakin cepat dan ringkas, tetapi tetap aman.

Namun, salah satu efek yang tidak dapat dihindari yakni ada penyesuaian jumlah outlet karena peralihan penggunaan layanan dari outlet ke electronic channel atau digital branchBNI menyiapkan rencana pembukaan, penutupan atau relokasi suatu outlet berdasarkan beberapa faktor, seperti perkembangan layanan digital, kondisi bisnis, kebutuhan nasabah, dan juga rencana jangka panjang perusahaan. 

Corporate Secretary BNI Mucharom mengungkapkan, dalam rangka penguatan layanan digital tersebut, pihaknya juga memetakan ulang terhadap jaringan kantor yang dimiliki, termasuk konversi outlet konvensional menjadi Syariah (Qonun di Aceh). 

"Pemetaan ulang tersebut akan menjadi dasar bagi kami dalam menetapkan strategi bisnis kami, termasuk dalam penetapan layanan di outlet. Penyesuaiannya bisa dilakukan dengan penggabungan cabang pembantu atau outlet payment point yang berdekatan, sehingga menjadi lebih efisien dan lebih optimal. Terkait dengan karyawan, kami pastikan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja," ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu (12/5/2021).

Menurut dia, penutupan outlet tidak akan mengurangi layanan BNI bagi nasabah eksisting maupun masyarakat secara umum. Kebutuhan nasabah perseroan juga tetap dapat dilayani dengan aplikasi BNI Mobile Banking, mesin BNI Sonic, ATM maupun CRM BNI.

Perusahaan terus menambah fitur-fitur baru pada aplikasi BNI Mobile Banking dan BNI Direct, serta layanan e-Channel lainnya. 

"Intinya, kebutuhan nasabah dapat dilayani dengan kapabilitas digital BNI yang semakin baik," ujar Mucharom.

2 dari 3 halaman

Jaringan Kantor BNI

Hingga Maret 2021, total jaringan kantor BNI di Indonesia mencapai 2.233 outlet. Adapun optimalisasi jaringan kantor dan shifting layanan ke digital dapat menciptakan efisiensi dari sisi biaya.

Mucharom menegaskan, bagi karyawan yang kebetulan outletnya ditutup, akan dipindah tugaskan ke outlet terdekat, atau dialihfungsikan (switching) sesuai kompetensinya. Kalau penutupan (administrasi) karena implementasi Qonun maka pada dasarnya orangnya tidak kemana-mana.

"Adapun penutupan outlet tersebut bisa berupa cabang, kantor cabang pembantu, kantor kas dan payment point, dan tidak ada satupun karyawan yang di putus hubungan kerjanya karena ini," pungkas Mucharom.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini