QRIS wondr by BNI Resmi Bisa Digunakan di China, Transaksi Internasional Kian Praktis

QRIS wondr by BNI kini bisa dipakai di China. Transaksi cukup scan QR tanpa tukar uang, dorong konektivitas pembayaran digital lintas negara.

Diterbitkan 01 Mei 2026, 09:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kemudahan transaksi lintas negara kini semakin terasa bagi nasabah PT Bank Negara Indonesia (BNI). Melalui aplikasi wondr by BNI, perseroan menghadirkan fitur QRIS Cross Border yang memungkinkan pembayaran langsung di China hanya dengan memindai kode QR.

Dengan layanan ini, nasabah tidak lagi perlu menukarkan uang tunai saat bertransaksi di luar negeri. Pembayaran dapat dilakukan di merchant yang telah terhubung dengan jaringan Alipay dan UnionPay.

Peluncuran fitur tersebut dilakukan pada 30 April 2026 bersama Bank Indonesia (BI) dan sejumlah pelaku industri sistem pembayaran. Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur BI Perry Warjiyo, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong, serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno.

Senior Executive Vice President Network and Sales BNI, Sri Indira, menegaskan bahwa inovasi ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat layanan digital.

"Peluncuran ini menjadi langkah nyata BNI dalam mendukung ekosistem pembayaran digital yang semakin global. Kami ingin memastikan nasabah dapat bertransaksi dengan mudah di mana pun, termasuk di China, sekaligus mendorong peningkatan transaksi wisatawan mancanegara di Indonesia," ujarnya.

Dorong Konektivitas Pembayaran Lintas Negara

Melalui fitur tersebut, nasabah wondr by BNI dapat langsung melakukan pembayaran di berbagai merchant di China yang telah terhubung dengan jaringan pembayaran digital setempat. Sebaliknya, wisatawan asal China juga dapat bertransaksi di merchant BNI di Indonesia menggunakan aplikasi pembayaran mereka yang telah terintegrasi dengan QRIS.

BNI menilai langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat interkoneksi sistem pembayaran antara Indonesia dan China. Selain meningkatkan kemudahan transaksi lintas negara, fitur ini juga berpotensi mendorong peningkatan transaksi inbound, khususnya dari wisatawan China yang merupakan salah satu kontributor utama sektor pariwisata nasional.

Dari sisi industri, penguatan ekosistem pembayaran digital terus menunjukkan tren positif. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,39 miliar transaksi pada triwulan I 2026, tumbuh 33,76% secara tahunan, seiring meningkatnya akseptasi digital di berbagai sektor.

Ke depan, BNI berencana memperluas jangkauan QRIS Cross Border ke negara lainnya sebagai bagian dari strategi penguatan layanan digital global. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan transaksi nasabah, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital internasional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6