Viral Balita Dilempar Batu ODGJ Saat Asyik Makan Bakso

Video rekaman CCTV berisi tayangan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tiba-tiba melempar batu besar ke seorang balita viral di media sosial.

Diterbitkan 10 Agustus 2026, 14:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lampung - Seorang balita menjadi korban pelemparan batu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), saat makan bersama keluarganya di Rumah Makan Bakso Terbit Selera, Desa Mulyosari, Kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur, Sabtu (8/8/2026).

Akibat kejadian itu, balita tersebut mengalami luka memar parah pada bagian mata.

Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan viral di media sosial. Dalam rekaman terlihat korban tengah makan bersama orang tuanya di dalam rumah makan.

Tanpa diduga, seorang pria yang berada di depan warung tiba-tiba mengambil batu dan langsung melemparkannya ke arah korban.

Batu itu mengenai bagian kepala korban hingga membuat balita tersebut terpental. Situasi pun seketika berubah menjadi kepanikan.

Tak berhenti di situ, pria tersebut kembali mengambil batu dan tampak hendak melakukan pelemparan untuk kedua kalinya.

Orang tua korban yang menyadari bahaya tersebut langsung bergerak cepat menyelamatkan anaknya. Korban segera diamankan sehingga aksi pelemparan berikutnya dapat dicegah.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami memar pada bagian mata.

Peristiwa ini pun mengundang perhatian warga sekitar. Terlebih, korban merupakan balita yang sedang makan bersama keluarganya ketika tiba-tiba menjadi sasaran lemparan batu.

Kasatreskrim Polres Lampung Timur, Iptu Muhammad Iksir membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi telah melakukan penyelidikan dan saat ini masih berupaya menemukan keberadaan pria yang diduga sebagai pelaku.

"Benar, peristiwa itu terjadi Sabtu kemarin. Tim sudah melakukan penyelidikan, untuk pelaku berdasarkan keterangan saksi merupakan ODGJ," kata Iksir, Senin (10/8/2026).

Namun, polisi belum dapat memastikan apakah pria tersebut benar mengalami gangguan kejiwaan.

Menurut Iksir, kondisi kesehatan atau kejiwaan seseorang harus dipastikan melalui pemeriksaan oleh ahli.

Iksir menegaskan, pihaknya juga tengah berupaya mencari keluarga pria tersebut. Langkah itu dilakukan untuk menggali informasi lebih lanjut dan memastikan apakah yang bersangkutan memang memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

"Untuk memastikan kondisi kesehatan pelaku, tentunya harus melalui keterangan ahli. Tim juga masih mencari keberadaan keluarganya untuk memastikan apakah yang bersangkutan benar-benar mengalami gangguan kejiwaan," tandasnya.

 

Pelaku Tertangkap

Terkait peristiwa pelemparan itu, polisi berhasil mengamankan seorang pria yang menurut hasil mengalami gangguan jiwa.

Kasatreskrim Polres Lampung Timur, Iptu Muhammad Iksir mengatakan, kondisi kejiwaan pria tersebut diketahui setelah pihak keluarga menunjukkan kartu kuning yang dimiliki pelaku.

Kartu tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pria itu pernah atau sedang menjalani penanganan terkait gangguan jiwa.

"Pelaku sudah diamankan dan memang mengalami gangguan jiwa yang dipastikan setelah keluarga pelaku menunjukkan kartu kuning," kata Iptu Iksir, Senin (10/8/2026).

Menurut Iksir, polisi untuk sementara menyerahkan pria tersebut kepada pihak keluarga untuk mendapatkan perawatan dan mengonsumsi obat-obatan sesuai penanganan yang dibutuhkan.

Polisi akan kembali mengambil langkah setelah kondisi kejiwaan pria tersebut lebih stabil.

"Saat ini pelaku masih diserahkan kepada pihak keluarga untuk dirawat sementara dan diberikan obat-obatan. Setelah nanti keadaannya stabil, pelaku akan diserahkan ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan perawatan lebih lanjut," jelasnya.

Sementara itu, keluarga pria tersebut telah bertemu dengan keluarga balita yang menjadi korban. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Kedua pihak sepakat berdamai. Keluarga pria tersebut juga bersedia menanggung biaya pengobatan balita yang menjadi korban lemparan batu.

"Sementara antara keluarga pelaku maupun korban sudah melakukan pertemuan dan sudah berdamai dengan kesepakatan keluarga pelaku bersedia untuk menanggung biaya pengobatan terhadap korban," kata Iksir.

Polisi tetap akan melakukan penanganan lebih lanjut terhadap pria tersebut setelah kondisi kejiwaannya dinilai cukup stabil untuk menjalani proses perawatan di rumah sakit jiwa.

Â