Sukses

Ada Pandemi, Orang Tajir di India Justru Tambah Banyak

Liputan6.com, Jakarta Lesunya perekonomian karena pandemi Covid-19 tidak sepenuhnya berdampak kepada semua orang. Seperti yang terjadi di India, lembaga konsultan properti internasional, Knight Frank mencatat jumlah miliarder di India justru naik 9 persen dari 104 orang menjadi 113 tahun 2020.

Dikutip dari Times of India, Jumat (26/2/2021), dalam laporan Knight Frank yang bertajuk 'The Wealth Report 2021' tersebut juga memproyeksikan jumlah miliarder di India akan bertambah 43 persen empat tahun mendatang.

Lebih tinggi dari rata-rata global yaitu 24 persen, juga rata-rata Asia 38 persen. Akan ada sekitar 162 orang miliarder di India pada tahun 2025.

Sementara itu, peningkatan jumlah miliarder itu justru berbanding terbalik dengan jumlah orang dengan kategori High Net Worth Individual (HNWI) yang punya kekayaan lebih dari USD 1 juta setara Rp 14 miliar kategori Ultra High Net Worth Individuals (UHNWI), juga pemilik kekayaan lebih dari USD 30 juta setara Rp 420 miliar yang justru berkurang.

Jumlah penduduk kategori HNWI berkurang 8 persen menjadi 350 ribu orang. Sementara jumlah UHNWI jumlahnya berkurang 2 persen menjadi 6.884 orang.

Meski begitu, penurunan jumlah HNWI sepertinya hanya terjadi selama periode Covid-19 saja. Knight Frank memproyeksikan jumlah HNWI di India akan bertambah 75 persen, atau akan ada sekitar 610 ribu orang dengan kekayaan lebih dari Rp 14 miliar di India tahun 2025 nanti.

Begitu juga jumlah UHNWI, akan ada 11 ribu lebih penduduk India yang memiliki kekayaan lebih dari Rp 420 miliar. Populasinya naik 63 persen dari yang ada saat ini.

Baik miliarder, HNWI ataupun UHNWI akan didominasi oleh penduduk dari kota-kota besar sekaligus pusat bisnis dan ekonomi India, seperti Mumbai, Delhi dan Bengalore.

 

2 dari 3 halaman

Indonesia Juara di Dunia

Bukan India, negara dengan pertumbuhan jumlah orang kaya kategori UHNWI terbanyak diprediksi justru datang dari dalam negeri.

Dikutip dari Nikkei Asia, Knight Frank memprediksikan jumlah penduduk Indonesia yang punya kekayaan lebih dari Rp 420 miliar akan bertambah 67 persen empat tahun ke depan.

Pertumbuhan jumlah orang kaya di Indonesia kategori tersebut merupakan yang tertinggi bukan hanya di Asia namun juga di dunia. Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan signifikat tersebut karena keberadaan penduduk usia muda dan penduduk kelas menengah yang sedang bertumbuh.

"Ditambah dengan basis konsumsi domestiknya yang besar dan berkembang pesat, unicorn teknologi, seperti Gojek, ada banyak peluang untuk menciptakan kekayaan di dalam negeri, (Indonesia)," kata Victoria Garrett, Knight Frank untuk Asia Pasifik.

Asia dan Afrika merupakan hotspot baru pertumbuhan jumlah orang kaya di dunia. Knight Frank mencatat 36 persen miliarder di dunia berasal dari Asia-Pasifik.

Reporter: Abdul Azis Said

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Ini