Sukses

Menhub Susun Rencana Induk Perkeretaapian Nasional 2030, Apa Isinya?

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, menegaskan pengembangan kereta api di Indonesia merupakan hal yang wajib dilakukan. Salah satu faktornya karena memiliki kapasitas besar.

"Dari sisi kapasitas, masalah bisa diatasi dengan kereta api karena punya kapasitas besar. Jadi pengembangan perkeretaapian di Indonesia wajib dilakukan," tutur Budi dalam webinar Railway - Universities Link: Railway Research and Education Outlook pada Kamis (21/1/2021).

Ia pun mengungkapkan pemerintah sudah menyiapkan national railway master plan atau rencana induk perkeretaapian nasional 2030. Salah satu target dari master plan tersebut adalah memberikan layanan terintegrasi, aman, nyaman, andal, dan terjangkau.

Pemerintah pun akan memberikan dukungan untuk mengakselerasi inovasi kereta api, dan dalam hal ini termasuk tenaga kerja yang mumpuni.

"Pengembangan teknologi kereta api ke depan harus didukung manajemen aset yang pintar dan infrastruktur berkelanjutan. Hal ini harus didukung sumber daya manusia (SDM) yang andal dengan kompetensi nasional dan internasional," kata Menhub.

Adapun rencana induk perkeretaapian nasional 2030 mencakup pembangunan di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, serta termasuk Jawa dan Bali. Pembangunannya untuk kereta barang dan penumpang.

2 dari 3 halaman

Kembangkan Kereta Api Nasional, Kemenhub Ingin Kolaborasi Universitas dan Industri

Kepala Badan Litbang Kementerian Perhubungan (Kemehub), Umiyatun Hayati Triastuti, menekankan pentingnya kerja sama universitas dan industri dalam pengembangan sistem kereta api nasional. Kolaborasi keduanya akan memperkuat penelitian dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDA) yang kompeten.

"Keterlibatan universitas dan industri kereta api dapat memperkuat penelitian dan pengembangan SDA untuk membuat model bisnis dan kelembagaan untuk sistem kereta api nasional," ungkp Umiyatun dalam webinar Railway - Universities Link: Railway Research and Education Outlook pada Kamis (21/1/2021).

Webinar kali ini pun digelar dengan pembicara dari berbagai aspek termasuk universitas dari dalam dan luar negeri, serta perwakilan industri.

"Webinar ini untuk berbagi pengetahuan dan wawasan untuk pengembangan kereta api dan akan mendukung inovasi riset teknologi kereta api, serta memberikan edukasi di antara para akademis dan industri kereta api," tutur Umiyatun.

Balitbang sendiri, katanya, sudah bekerja sama dengan 14 universitas nasional untuk membantu pengembangan kereta api nasional. Keempat belas universitas tersebut termasuk Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, dan Universitas Lampung.

"Kerja sama ini berpotensi memberikan kontribusi untuk pengembangan pusat kereta api nasional di masa depan," ungkap Umiyatun.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: