Sukses

Pegawai Kemenkeu Mulai Nyaman WFH

Liputan6.com, Jakarta - Transformasi digital menjadi aspek yang tak dapat dielak dari kenormalan baru imbas pandemi covid-19. Salah satunya seperti di lingkup Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang selama ini sudah menerapkan Work From Home (WFH).

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara membeberkan para pegawainya bahkan mulaoi nyaman dengan sistem kerja baru ini. Tercatat sebanyak 90 persen pegawai mengaku bahwa opsi bekerja dari rumah ini tidak menjadi masalah.

“Tetnyata sejumlah besar pegawai kita fit dengan model kerja yang baru ini. 90 persen pegawai Kemekeu mengatakan bahwa pekerjaan mereka bisa mereka selesaikan secara online, 86 pegawai merasa pekerjaan yang mereka lakukan secara online dengan work from home itu tetap efektif,” beber Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara dalam Bincang Transformasi: Transformasi Digital bukan Pilihan, tapi Keharusan, Rabu (12/8/2020).

Untuk saat ini, dengan diberlakukannya banyak agenda secara virtual turut menghemat belanja pemerintah. Sehingga dapat dialokasikan untuk penanganan covid-19 di Indonesia, karena tidak ada perjalanan dinas atau paket pertemuan lainnya. Namun demikian juga perlu dilakukan belanja untuk efektifitas kerja daring ini agar tetap produktif.

“Seluruh efisiensi seluruh pengurangan biaya yang mungkin bisa kita lakukan dengan bekerja secara virtual ini harusnya juga mendorong efektivitas kita, dan mendorong output kita dan tidak menjadi sesuatu yang kita korbankan ketika kita melakukan transformasi digital ini,” tutur Suahasil.

Di sisi lain, Suahasil juga mengakui ada beberapa pertemuan di Kemenkeu yang tidak dapat digantikan dengan daring. Seperti pertemuan yang sifatnya adalah untuk menyamakan pemikiran. Hal ini masih perlu untuk dilakukan secara tatap muka karena melibatkan emosi dalam interaksinya.

** Saksikan "Berani Berubah" di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020

2 dari 3 halaman

Sri Mulyani Bakal Permanenkan WFH untuk Pegawai Kemenkeu

Keadaan pasca Covid-19 masih belum bisa dipastikan hingga vaksin ditemukan. Meskipun demikian, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa masa krisis ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan reformasi dengan pemanfaatan teknologi.

“Semua ini akan dapat dilakukan karena saat ini teknologi berperan penting dalam kehidupan masyarakat luas,” jelas Menkeu dalam webinar yang diadakan oleh Bank Dunia mengenai pengalaman Indonesia terkait respon krisis dan perbaikan pasca pandemi Covid-19, Selasa (7/7/2020).

Masih Dinyatakan Positif Corona, Karantina Presiden Brasil Jair Bolsonaro DiperpanjangKorea Selatan Jadikan 17 Agustus Hari Libur Akibat Pandemi Corona COVID-19  

Namun demikian, masih terdapat kendala besar terkait data per orang maupun data UMKM terdampak. Sehingga, pembaharuan data penting untuk dilakukan selaras dengan pemanfaatan teknologi. Misalnya dalam hal data perpajakan, teknologi dapat meningkatkan tax compliance dengan kemudahan menyampaikan SPT secara online serta kecepatan dan ketepatan proses tax return.

“Teknologi bisa bantu kita. Reformasi di bidang kesehatan dan pendidikan di Indonesia akan bergantung pada penggunaan teknologi. Sekarang saya transfer uang langsung ke sekolah atau puskesmas. Mereka bisa menggunakan anggarannya menggunakan aplikasi. Semua yang mereka butuhkan, material untuk kesehatan dan pendidikan akan masuk ke aplikasi. Nanti akan ada laporan langsung ke Menterinyaa," kata Sri Mulyani.

Hal ini lanjut Menkeu, memang tidak akan menyelesaikan semua masalah, tapi paling tidak meringankan bebannya. Adapun penggunaan teknologi ini juga bisa digunakan untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil mendukung pembangunan yang lebih inklusif.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: