Sukses

Miris, Terungkap Aksi Kriminal Travel Gelap Peras Pekerja Migran di Area Wisma Atlet

Liputan6.com, Jakarta Para pekerja migran masih menjadi incaran para pelaku kejahatan. Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengungkap adanya aksi kriminal pemerasan oleh travel gelap kepada para pekerja migran Indonesia (PMI) di masa pandemi Covid-19.

Tindakan melawan hukum ini terjadi di kawasan Rumah Sakit (RS) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. "Selama kepulangan PMI di masa pandemi (Covid-19), ada travel gelap masuk ke wilayah Wisma Atlet. Travel gelap itu, memaksa PMI menggunakan jasanya dengan tarif tinggi," kata dia dalam diskusi virtual via Facebook BNPB, Minggu (28/6/2020).

Menurutnya aksi kriminal ini timbul untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah atas pembatasan operasional transportasi umum di masa pandemi Covid-19. Imbasnya kerap di jumpai lalu lalang travel gelap di area RS Wisma Atlet yang menarget PMI sebagai korbannya

Adapun, modus yang kerap ditawarkan oleh travel gelap ini dengan membujuk pemulangan PMI ke kampung halaman secara mudah. Tetapi saat di tengah perjalanan para PMI dipaksa untuk membayar dengan tarif yang tinggi.

Apabila tidak dituruti kemauannya, PMI akan diturunkan di tengah perjalanan. Bahkan, PMI juga kerap mendapat ancaman tindak kekerasan juka menolak tawaran tarif yang diajukan oleh pihak travel gelap. "Mereka (PMI) disembelih dengan harga tidak wajar. Tujuannya mencari keuntungan yang tinggi," tegas dia.

Benny menambahkan, pihaknya juga menemukan banyak aduan terkait aksi pemaksaan penukaran mata uang dolar ke rupiah milik PMI. Aksi pemaksaan ini kerap terjadi di tengah perjalanan menuju kampung halaman saat menggunakan jasa travel gelap ini.

Oleh karenanya, pihaknya menggelar kerjasama dengan Kantor Staf Kepresidenan dan Pangdam Jayakarta untuk memberantas aksi kriminal yang dilakukan oleh travel gelap.

Sekaligus menghalau masuknya travel gelap ke area RS Wisma Atlet untuk menekan serta mempersempit ruang gerak dari travel gelap tersebut.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau para PMI untuk lebih waspada dalam menjaga barang bawaannya. Serta lebih berhati-hati dalam menggunakan jasa travel untuk kepulangannya.

"Kelompok travel gelap ini memanfaatkan kepulangan PMI sebagai bisnis kotor. Mereka arahkan agar PMI gunakan jasa travel tertentu," ujarnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Kontrak Habis, 50 Ribu TKI akan Pulang ke Tanah Air Mulai Juli 2020

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memprediksi 50.114 pekerja migran Indonesia (PMI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) akan kembali ke Tanah Air. Para pekerja ini akan datang pada periode Juli hingga Agustus 2020.

Kepulangan PMI seiring berakhirnya kontrak kerja yang tercatat pada Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN).

Kepala (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan para PMI yang akan kembali ke dalam negeri itu berasal dari 50 lebih negara penempatan. Sedangkan, para PMI tersebut berasal dari 10 provinsi di Indonesia.

"Kami prediksi ada 50.114 PMI yang akan kembali ke Tanah Air. Tepatnya pada Juli sampai Agustus tahun ini karena kontrak habis," kata Benny dalam konferensi pers via Facebook BNPB, Minggu (28/6).

Untuk itu, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan berbagai fasilitas jelang kepulangan Pekerja Migran Indonesia bersama stakeholders terkait. Diantaranya Gugus Tugas Covid-19, TNI/POLRI, KKP, DAMRI dan lainnya.

Menurutnya pelibatan banyak pihak didasarkan oleh situasi saat ini. Di mana kepulangan PMI berbarengan dengan pandemi Covid-19 yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Sehingga seluruh PMI harus melewati rangkaian proses pemerikasaan tes Covid-19 secara ketat. Namun pihaknya tetap mengutamakan unsur kemanusiaan, karena sumbangsih positif PMI terhadap devisa negara.

"Proses pemeriksaan tes Covid-19 bagi PMI akan di sebar ke tiga wilayah. Yaitu, Pulau Galang di Batam, Teluk Benoa di Bali dan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta," jelas dia.

BP2MI mencatat sejak 1 Januari 2020 hingga 25 April 2020 terdapat 126.742 PMI yang sudah kembali. Rinciannya, 33.434 PMI pulang secara mandiri, 17.884 PMI pulang difasilitasi BP2MI, serta 75.424 PMI dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19.

"Sementara itu, titik-titik kepulangan umumnya menggunakan transportasi darat, laut, dan udara. Hal ini disesuaikan dengan perhitungan jarak dari negara penempatan," tukasnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video di bawah ini: