Sukses

Yuk, Disimak 10 Tips Keuangan agar Kantong Tak Jebol

Liputan6.com, Jakarta Tak terasa sudah hampir tiga bulan pandemi Covid-19 membuat masyarakat harus beraktivitas di rumah saja. Ini demi menghambat penyebaran wabah yang kian hari banyak menginfeksi masyarakat.

Tak hanya di sisi kesehatan, sektor usaha juga terdampak pandemi. Banyak pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan. 

Di sisi lain, meskipun beraktivitas di rumah saja ternyata juga berpengaruh terhadap pengeluaran, misalnya lebih berkaitan dengan belanja secara online, dan sebagainya.

Lalu bagaimana cara menjaga isi kantong tetap aman di tengah pandemi yang entah kapan selesai. Lalu apa saja bentuk finansial yang disarankan?

Berikut 10 adaptasi finansial atau keuangan yang disarankan Perencana Keuangan Ruisa Khoiriyah, yang dilansir dari laman websitenya, Selasa (23/6/2020).

1. Berhenti Langganan hiburan berbayar

Adaptasi cara finansial yang ini adalah dengan memangkas pengeluaran untuk langganan-langganan hiburan berbayar. Misalkan Netflix, HBO GO dan lainnya yang hanya ditonton satu atau dua kali saja. Lebih baik Anda berhentikan daripada mubadzir.

Jangan hanya karena penasaran dengan suatu film langsung berlangganan. Anda bisa cari cara streaming film secara gratis.

2. Turunkan paket telepon pascabayar

Jika berlangganan paket telepon pascabayar, Anda bisa berpindah paket ke yang lebih murah dar ibiasa yang dipakai. Hal itu tentunya bertujuan untuk berhemat. Apalagi jika di rumah Anda sudah ada Wi-Fi maka tidak perlu menggunakan paket telepon pascabayar yang mahal, cukup menggunakan Wi-Fi di rumah saja.

 

2 dari 5 halaman

3. Menutup kartu kredit visa platinum

Kemudian adaptasi finansial menutup kartu kredit Visa platinum jika Anda sudah jarang menggunakan kredit tersebut. Anda bisa mencari kartu kredit dari bank lain yang lebih baik dan tentunya memberikan reward (penghargaan).

Menutup kartu kredit visa platinum seharusnya mudah apabila tidak memiliki cicilan apapun. Hanya saja pengurusan penutupannya sedikit ribet, Anda harus beberapa kali menghubungi customer service, dan menyelesaikan proses penutupan.

4. Menunda pengeluaran untuk rumah

Usahakan  jangan tergiur oleh orang-orang yang memberikan testimony telah membeli peralatan rumah yang dibelinya melalui marketplace. Karena hal itu bisa berdampak buruk pada pengeluaran, yang sebenarnya Anda belum tentu sangat membutuhkan barang tersebut.

Penting sekali untuk mempertimbangkan dahulu barang apa saja yang hendak Anda beli, jika kemungkinan barang lama yang Anda miliki masih layak digunakan maka jangan membeli barang baru. Kalau tidak ada kekhawatiran tentang efek jangka panjang pandemi, mudah saja menuruti belanja yang kurang penting.

“Tapi adaptasi finansial saat ini lebih penting dilakukan demi nafas keuangan lebih panjang ke depan,” kata Ruisa.

5. Berhenti Langganan E-paper

Tentunya Anda bosan membaca informasi tentang covid-19. Anda bisa berhenti berlangganan E-paper dan beralih ke mesin pencarian google saja secara langsung dan gratis.

Misalnya Anda berlangganan majalah mingguan yang dikenai biaya Rp 50 ribu, maka jika Anda berhenti  bisa menghemat Rp 50 ribu dan bisa mealokasikan uang tersebut untuk hal yang lebih penting.

 

3 dari 5 halaman

6. Membatasi jajan lewat online

Memang layanan food delivery melalui aplikasi sedang banyak permintaannya, karena dirasa mudah dan Anda tidak perlu keluar untuk membeli makanan langsung, cukup klik makanan yang diinginkan melalui aplikasi, dan makanan akan dikirimkan langsung ke rumah, sangat sederhana.

Namun, jika Anda terlalu sering menggunakan layanan aplikasi antar makanan, maka akan boros, karena selain membeli makanan juga ada biaya tambahan jasa antarnya.

Untuk berhemat maka Anda bisa mempertimbangkan membeli makanan atau minuman yang benar-benar diinginkan, jangan terlalu sering, usahakan mengontrolnya. Mungkin kalau bisa, lebih baik membuat makanan atau minuman sendiri di rumah.

 7. Menghapus pos jajan akhir pekan

Biasanya sebelum ada pandemi banyak orang yang berakhir pekan mengunjungi restoran maupun mal untuk makan bersama baik dengan keluarga, saudara, pacar, teman, dan lainnya.

Namun adanya covid-19 membuat Anda takut untuk membeli makan di luar dan memakan langsung di tempat. Apalagi saat ini banyak mal dan restoran yang masih tutup dan terbatas jam operasionalnya. Sehingga mau tidak mau Anda bisa berhemat secara tidak langsung.

8. Mulai bercocok tanam

Mungkin sebelum ada pandemi tidak ada waktu untuk bercocok tanam di rumah, namun setelah ada covid-19 membuat Anda memiliki banyak waktu luang yang bisa dimanfaatkan saat di rumah saja. Salah satunya dengan bercocok tanam. Sekaligus mengirit pengeluaran belanja sayuran ke pasar. Anda bisa bercocok tanam dengan cara hidroponik.

“Daripada bolak balik ke pasarkan mengganggu upaya physical distancing jadi serem covid-19, ya udahlah coba nanam sendiri aja,” ungkapnya.

 

4 dari 5 halaman

9. Membatasi belanja mainan anak

9. Membatasi belanja mainan anak

Bagi seorang ibu rumah tangga tentunya sangat tertantang untuk membuat si buah hati betah di rumah saja. Untuk memanjakan mereka Anda membeli mainan banyak.

Namun sebenarnya Anda tidak harus membelikan mainan saja, bisa mengajak si kecil untuk melakukan aktivitas bersama.

Misalnya mengajak mereka untuk membantu memasak, membuat kue, dan lainnya, sehingga anak-anak memiliki pengalaman baru bersama Anda sebagai ibu, yang tentunya Anda tidak perlu membeli banyak mainan.

10. Menunda pengeluaran tersier

Adaptasi yang juga penting dilakukan adalah menunda berbagai macam pengeluaran tersier. Apa saja? Banyak sekali, contohnya beli baju, jilbab, tas, sepatu, dan lainnya.

Meskipun kita tahu banyak diskonan secara online, karena penjual juga membutuhkan penghasilan di tengah pandemi ini dengan memberikan berbagai promo menarik.

Namun, Anda jangan mudah tergiur, Anda harus berkomitmen untuk menunda dahulu pengeluaran untuk fesyen dan lainnya. Pikirkan hal lain, masih ada kebutuhan yang lebih mendesak daripada kebutuhan tersier.

5 dari 5 halaman

Saksikan video di bawah ini: