Sukses

Kemenkop Target 2 Juta UMKM Go Digital di Desember 2020

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan 2 juta  para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) baru untuk didorong dan dipercepat menuju go digital, yang bekerjasama dengan berbagai platform marketplace, baik Lazada melalui program pelatihan Kakak Asuh UMKM dan lainnya.

“UMKM go digital ini merupakan perjalanan panjang yang tidak mudah dan perlu dukungan dari semua pihak. Dan kali ini pihak lazada telah memiliki komitmen dan sudah berjalan terkait pendampingan merchant dari UMKM , Kaka Asuh ini bersama kemenkop dan Smesco ingin kita akselerasi lagi dan percepat lagi,” kata Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Fiki C Satari dalam launcing program Pelatihan Kakak Asuh UMKM, Senin (15/6/2020).

Sehingga target UMKM yang sudah memiliki tantangan besar dalam menghadapi pandemi covid-19 ini, bisa segera dibantu. Ia menyebutkan target hingga akhir tahun 2020 bisa mendorong UMKM bertransformasi ke digital bisa tercapai. 

Hal serupa juga disampaikan oleh Asdep Pengembangan Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Nasrun, mengatakan bahwa saat ini menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika tercatat UMKM yang sudah masuk ke platform digital baru 8 juta UMKM atau sekitar 13 persen.

“Target 10 juta UMKM on boarding pasar ke digital,” ujar Nasrun

Kendati begitu, Nasrun menambahkan bahwa Per Maret 2020 menurut data center di Kementerian Koperasi dan UKM, terdapat penurunan  penjualan produk UMKM yakni sebesar 57 persen.

Sehingga dengan adanya kerjasama dengan berbagai platform digital diharapkan target 10 juta UMKM tahun 2020 ini bisa tercapai.

2 dari 3 halaman

Keberhasilan UMKM Go Digital Masih Rendah

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan keberhasilan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam  konteks pemasaran digital di nilai masih rendah.

“Dilihat dari data yang dimiliki Kementerian dan data e-commerce, keberhasilan UMKM di online cukup rendah antara 4-10 persen,”  kata Teten dalam satu diskusi online dengan KoinWorks, Jumat (12/6/2020).

Menurutnya terdapat beberapa faktor yang menyebabkan UMKM sulit bersaing di market digital, yakni produk, dan strategi promosi atau pemasarannya yang masih lemah dan belum mampu menarik minat masyarakat secara besar.

“Banyak salah satunya produk, produk mereka kadang-kadang packaging-nya bagus tapi kapasitas produksinya masih kecil, jadi ketika permintaannya banyak tidak mampu memenuhi permintaan konsumen,” jelasnya.

Lalu berkaitan dengan strategi promosi di market online, yang ternyata keahlian tersebut belum dimiliki para pelaku UMKM. Maka dari itu, pihaknya dari Kementerian Koperasi dan UMKM akan mengedukasi, mengkurasi, dan menginkubasi agar UMKM bisa masuk ke ranah digital.

“Untuk UMKM bisa masuk ke online, pemerintah tidak bisa sendiri melainkan butuh bantuan dari berbagai pihak,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: