Direktur Archi Indonesia Transaksi Jual Beli Saham ARCI, Ini Tujuannya

Direktur PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Christian Emanuel melakukan transaksi beli saham ARCI pada akhir Juni 2026, dan menjual pada awal Juli 2026.

Diterbitkan 06 Agustus 2026, 12:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), Christian Emanuel David Sompe melakukan transaksi jual beli saham ARCI. Langkah ini dilakukan sebagai diversifikasi portofolio investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (6/8/2026), Direktur ARCI Christian Emanuel membeli saham ARCI secara bertahap pada 29 Juni-30 Juni 2026 dengan tiga kali transaksi. Kisaran harga pembelian saham ARCI di Rp 905-Rp 915 per saham. Total pembelian saham ARCI sekitar 1.262.400 saham dengan nilai Rp 1,14 miliar.

Lalu ia menjual saham ARCI pada 3 Juli dan 6 Juli 2026 sekitar 541.000 saham dengan total penjualan saham Rp 539,62 juta.

“Tujuan transaksi diversifikasi portofolio investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Temukan Kadar Emas Tinggi di Sulawesi Utara

Sebelumnya, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) melaporkan hasil eksplorasi semester I 2026 yang menunjukkan ditemukannya sejumlah zona mineralisasi dengan kadar emas tinggi di Tambang Emas Toka Tindung, Sulawesi Utara. Salah satu temuan terbaik mencatat kadar emas mencapai 25,18 gram per ton (g/t).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/7/2026), ARCI menyampaikan kegiatan eksplorasi dilakukan di area Tambang Emas Toka Tindung yang berlokasi sekitar 35 kilometer di timur laut Manado, Sulawesi Utara. Tambang tersebut dikelola melalui entitas anak PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN).

Selama periode Januari hingga Juni 2026, perseroan melaksanakan pengeboran di 157 titik dengan total kedalaman mencapai 44.989 meter. Kegiatan tersebut dikerjakan oleh PT Maxidrill Indonesia menggunakan metode Diamond Drilling (DD) dan Reverse Circulation (RC).

Rinciannya, metode Diamond Drilling mencakup 69 titik bor dengan total kedalaman 24.592 meter, sedangkan metode Reverse Circulation dilakukan pada 88 titik bor dengan total kedalaman 20.397 meter. Total biaya eksplorasi selama semester I 2026 mencapai sekitar US$ 5,6 juta.

Dari hasil pembaruan model geologi berdasarkan pengeboran tersebut, ARCI menemukan beberapa interval mineralisasi emas dengan kadar yang dinilai signifikan.

 

Hasil Temuan

Salah satu temuan terbaik berasal dari interval sepanjang 3,10 meter dengan kadar emas 25,18 g/t pada kedalaman 285,80 meter hingga 288,90 meter. Selain itu, perseroan juga menemukan interval 4,60 meter dengan kadar emas 10,20 g/t pada kedalaman 342,30 meter hingga 346,90 meter.

ARCI juga melaporkan interval 11,30 meter dengan kadar emas 7,22 g/t pada kedalaman 285,80 meter hingga 297,10 meter. Temuan lainnya mencakup interval 23 meter dengan kadar emas 4,25 g/t pada kedalaman 213 meter hingga 236 meter.

Selain itu, terdapat interval 18,15 meter dengan kadar emas 2,24 g/t pada kedalaman 182,65 meter hingga 200,80 meter, serta interval 3,35 meter dengan kadar emas 2,10 g/t pada kedalaman 359,65 meter hingga 363 meter.

Perseroan menjelaskan area eksplorasi dipilih secara selektif berdasarkan hasil eksplorasi historis yang menunjukkan potensi mineralisasi yang prospektif.

Penentuan lokasi pengeboran juga mempertimbangkan data dan interpretasi geologi yang tersedia guna mengoptimalkan peluang penemuan sumber daya mineral bernilai.