Sukses

Indef: Penerapan Social Distancing di Indonesia Terlambat

Liputan6.com, Jakarta - Langkah pemerintah menerapkan social distancing dan physical distancing untuk menghambat penyebaran virus Corona Covid-19 sangat lambat. Seharusnya penanganan virus ini sudah dilakukan sejak pertama mucnul di Wuhan China. 

Ekonom Senior Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Fadhil Hasan menjelaskan, pemerintah tidak melakukan apa-apa di awal tahun ini meskipun virus ini sudah mereka sejak akhir tahun lalu. 

"Kita harus lihat dalam konteks penanganan kita ke kasus ini agak lambat karena ada sedikit wasting time dalam jangka saktu 1,5 bulan sampai 2 bulan ketika kasus ini telah muncul di China, kita belum ada tindakan preventif," kata dia dalam diskusi online di Jakarta, Minggu (29/3/2020).

Kebijakan social distancing bisa berjalan efektif apabila diterapkan oleh pemerintah sejak jauh hari. Sebab sangat tidak elegan kebijakan ini dikeluarkan setelah adanya masyarakat di Indonesia yang terjangkit positif virus Corona.

"Sekarang ini kebijakan social distancing yang dijalankan, efektif kalau misalnya kita tidak telat, tidak lambat dalam menangani kasus ini untuk pertama kali," kata dia.

"Kalo sekarang, keadaan sudah agak sukar lakukan tindakan preventif. Sehingga, kebijakan physical distancing juga kurang tepat lagi," sambung dia.

Dia pun memahami apa yang dilakukan pemerintah semata-mata untuk menekan penyebaran virus asal China itu. Namun dirinya menganggap keduanya bukan merupakan kebijakan terbaik.

"Saya kira sekarang saatnya pemerintah ambil tindakan firm tegas. Ini sudah jadi posisi dari berbagai kepala daerah," kata dia.

2 dari 2 halaman

Diusulkan Lockdown

Fadhil menambahkan saat ini salah satu upaya tepat untuk mencegah lebih luas penyebaran Covid-19 adalah melakukan lockdown. Langkah ini bisa saja dijalankan dalam jangka pendek.

"Lockdown memang perih, berat tapi bisa dilakukan jangka pendek daripada kebijakan sekarang akan memperpanjang masalah yang ada," kata dia

Di samping itu, langkah penting lainnya juga adalah melakukan karantina wilayah. Di mana, daerah-daerah yang saat ini sudah tersebar Covid-19 atau masuk zona merah maka sudah seharusnya dilakukan karantina wilayah. Sehingga tidak lagi terjadi penyebaran yang lebih luas lagi.

"Jadi, saya kira prinsip yang harus kita pegang adalah bahwa kita harus mendahulukan kepentingan kesehatan dan keselamatan daripada masyarakat tersebut," tandas dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com