Sukses

Jalan Terjal PLN Terangi Daerah Terpencil Nusantara

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengisahkan perjalanan panjang PLN  dalam upaya menerangi Indonesia. Menurutnya memang tak mudah untuk bisa mengaliri listrik secara keseluruhan utamanya di daerah-daerah terpencil dan kawasan wisata.

Berkaca pada lima tahun lalu, pasokan listrik masih tercatat defisit di beberapa daerah. Sementara yang mengalami surplus hanya di Jawa dan Bali. Sedangkan kawasan wisata seperti Lombok pun masih mengalami defisit.

"Akibatnya dengan adanya defisit listrik sulit bagi ekonomi berkembang. Banyak destinasi pariwsata yang indah tapi tidak terbangun padahal visi misi presiden jelas membangun sektor pariwisata," kata dia di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Dia mengatakan listrik memang menjadi peran penting bagi ekonomi lokal. Sebab apabila tidak ada listrik suatu daerah akan terkunci dan tidak bisa menjadikan kekuatan ekonomi baru di daerah tersebut.

Melihat kondisi itu, PLN mulai mengubah konsep dari yang sebelumnya hanya mengatasi keterbatasan dari pasokan listrik di daerah, kini berbasis pada demand bagaimana bisa membangun ketersediaan listrik untuk perekonomian.

"Sehingga di 2017 tadinya defisit banyak daerah sudah bisa di selesaikan ada sedikit surplus. Ada optimalisasi lebih lanjut," kata dia.

Dengan demikian beberapa daerah yang tadinya terkunci, kini terbuka lebar. Banyak investasi masuk didaerah tersebut. Misalnya saja, di daerah Lombok yang sebelumnya tercatat defisit kini bisa menjadi suatu kekuatan ekonomi baru.

"Contoh di Lombok akan ada ekonomi khusus mandalika. Di Mandalika, Motor GP jadi satu event terus ada pariwisata ekonomi yang bermanfaat. Ekonomi berkembang, dari PLN listirk bukan hanya komoditas tapi dorong dan penggerak ekonomi nasional," tandas dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

EBT jadi Andalan PLN Kejar Rasio Elektrifikasi 100 Persen

Sebelumnya, PT PLN (Persero) akan mengejar target pemerataan kelistrikan (rasio elektrifikasi) 100 persen pada 2020, dengan mengoptimalkan pengoperasian pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

Pelaksana tugas Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan,‎ PLN dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mencari cara untuk melistriki wilayah terpencil yang sulit diakses.

"Kita lagi godog gimana caranya daerah yang susah mampu menyelesaikan masalah itu," kata Inten, di Jakarta, Selasa (19/11/2019). 

Inten‎ pun menyebutkan beberapa pilihan solusi untuk mengejar pemerataan kelistrikan, yaitu membuat sistem kelistrikan komunal denggan sumber energi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH).

"Dengan komunal kecil-kecil yang kayak kita di NTT, apakah itu PLTS, biomassa dan PLTMH," tuturnya.

Dia melanjutkan, PLN juga mengusulkan pengoperasian Tabung Listrik (Talis) dengan mengklaborasikan program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) yang di‎gagas Kementerian ESDM. Usulan tersebut pun sedang digodog Kementerian ESDM, untuk menentukan langkah mempercepat pemerataan kelistrik.

"ESDM akan mencoba meramu antara program ESDM dulu LTSHE dengan program PLN bisa di match-kan," tandasnya.