Sukses

Terobosan Baru Pemerintah agar Harga Listrik Panas Bumi Murah

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) memiliki terobosan untuk membuat harga listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) lebih murah.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, salah satu upaya untuk membuat harga listrik dari panas bumi lebih murah adalah dengan meringankan risiko pengembang panas bumi.

"Panas bumi akan ada, kita kurangi risiko pengembang," kata Arifin, di Jakarta, Senin (13/1/2020).

Arifin mengungkapkan, mengurangi beban yang dimaksud adalah membantu investasi di awal. Dengan begitu, biaya yang dikeluarkan untuk investasi proyek panas bumi lebih rendah, sehingga harga listrik yang dihasikan dari PLTP lebih murah.

"Gini, kalau semua harga risiko di top-up di depan, terus kemudian dipukul rata ke harganya lebih tinggi, jadi harus dikurangi," katanya.

Menurut Arifin, formula yang akan digunakan untuk membuat harga listrik dari pembangkit panas bumi lebih murah tersebut mirip dengan mekanisme bagi hasil minyak dan gas cost recovery.

"Jadi kita memikirkan formula yang mirip-mirip dengan itu," katanya.

2 dari 3 halaman

Usai Padam, Listrik di Wilayah Sunter dan Kemayoran Kembali Menyala

Aliran listrik di wilayah Sunter, Cempaka Mas, Kemayoran, Kelapa Gading dan sekitarnya kembali normal usai mengalami pemadaman listrik pada pagi ini.

Pemadaman listrik tersebut akibat kebakaran di Gardu Induk Gambir Baru Kemayoran pada Senin, 13 Januari 2020 pukul 06.30 WIB.

"Seluruh daerah yang padam akibat kebakaran yang terjadi di Gardu Induk Gambir Baru, Kemayoran, pada Senin (13/1) Pukul 06.30 WIB. Saat ini telah berhasil dinormalkan pada pukul 08.46 WIB," kata Senior Manager General Affairs PLN UID Jakarta Raya Tris Yanuarsyah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (13/1/2020).

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya Ikhsan Asaad menyatakan, saat ini api di Gardu Induk Gambir Baru Kemayoran sudah berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran. PLN segera menormalkan wilayah yang padam dengan memasok listrik dari gardu induk lainnya.

"Jam 08.20 WIB sebagian besar wilayah yang terdampak sudah menyala dengan mengalihkan sumber pasokan listrik dari Gardu Induk lain. Kami upayakan optimal supaya segera normal, dan estimase maksimal 1 jam ke depan semua wilayah yg terdampak akan menyala," ungkap Ikhsan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
PLN Matikan 15 Gardu Listrik Akibat Banjir Jakarta
Artikel Selanjutnya
100 Persen Desa di Aceh Telah Dialiri Listrik PLN