Sukses

Sumbang Rp 1,3 Triliun, Miliarder Jeff Bezos Malah Dikritik

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa miliarder dikenal senang melakukan kegiatan filantropi, termasuk Jeff Bezos. Namun kali ini, niat baiknya untuk mendonasikan uang USD 98,5 juta atau Rp 1,3 triliun (asumsi kurs Rp 14.116) malah mendapat kritik pedas dari Ketua Partai Buruh Inggris Jeremy Corbyn.

Melansir laman CNBC, Jumat (29/11/2019), Corbyn menyatakan sumbangan Bezos hanya mewakili 0,09 persen saja dari seluruh total kekayaan yang dimilikinya.

"Itu hanya 0,09 persen dari kekayaan bersih Anda. Bayar saja pajak Anda," tulis Corbyn dalam cuitannya di media sosial Twitter.

Corbyn menambahkan, sebenarnya Bezos bisa mengeluarkan jumlah uang yang lebih besar untuk kegiatan filantropinya, seperti kebanyakan miliarder.

Sebagai perbandingan, miliarder Warren Buffet menyumbangkan USD 3,4 miliar untuk amal tahun lalu. Melinda dan Bill Gates menyumbang USD 2,6 miliar sementara Bezos "hanya" USD 98,5 juta.

Sebelumnya, Ketua Partai Buruh Inggris ini memang dikenal suka mengkritik Bezos tentang pajak perusahaan. Pada ulang tahun ke-25, dirinya pernah mengirim kartu ucapan ulang tahun bernada sindiran bertuliskan "many happy tax return", yang intinya mengingatkan Jeff Bezos pada pajak yang harus dia bayar.

2 dari 3 halaman

Saham Amazon Anjlok, Ini Motivasi Jeff Bezos untuk Karyawan

Setelah pendapatan Amazon turun, Jeff Bezos mendorong karyawannya untuk mengabaikan pasang surut kinerja saham perusahaannya. Menurutnya, model yang ia jalankan akan membawa kesuksesan jangka panjang, dan pendapatnya tersebut ternyata benar.

Bahkan ketika saham Amazon anjlok, Jeff Bezos selalu mengatakan kepada karyawan dalam semua pertemuan untuk tidak terlalu khawatir.

"Saya menyukai bisnis kami, dan saya menyukai dasar-dasar bisnis kami. Tetapi saya juga tahu bahwa harga saham terputus dari apa yang kami lakukan sehari-hari," jelas Jeff Bezos, seperti mengutip dari CNBC, Minggu (10/11/2019).

Jeff Bezos mengaku ia sering mengutip investor terkenal seperti Benjamin Graham, yang merupakan mentor Warren Buffet, ketika mengingatkan karyawan dan pemegang saham tentang tujuan jangka panjang Amazon.

"Kita harus mengingat kutipan hebat dari Benjamin Graham: Dalam jangka pendek, pasar saham adalah mesin pemilihan, dalam jangka panjang, ini adalah mesin penimbang," ucap Jeff Bezos.

Sejak awal karyawan Amazon tidak ingin mengukur kesuksesan dengan harga saham. Pada tahun 2000 sahamya sudah turun 80 persen. Tetapi Jeff Bezos percaya diri bahwa perusahaannya berada dalam posisi yang lebih kuat daripada di masa lalu.

Terlepas dari penurunan saham baru-baru ini, Jeff mengatakan bahwa ia tidak pernah meragukan model bisnis Amazon. Sejauh ia mengetahui konsep bisnis, ia merasa tenang dalam masa pasang surut.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Cerita Kapten Kapal Pesiar Bangun Start Up Bernilai Rp 6,9 Triliun
Artikel Selanjutnya
Peretasan Smartphone Jeff Bezos Terjadi Berbulan-bulan dan Puluhan GB File Dicuri