Sukses

5 Perusahaan Teken Perjanjian Investasi Senilai Rp 29,48 triliun

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas melalui Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) Center For Private Investment memfasilitasi penandatanganan perjanjian pendahuluan antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan PT China Communications Construction lndonesia (CCCI) serta PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Jasa Sarana dengan PT ICDX Logistik Berikat (ILB) senilai Rp29,48 triliun.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menjelaskan bahwa, struktur pendanaan yang difasilitasi PINA Center for Private Investment, antara lain terdiri atas direct equity financing yang dilakukan PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan PT CCCI senilai Rp23,3 triliun yang akan digunakan untuk pembangunan Jalan Tol Porbolinggo-Banyuwangi.

Sementara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Jasa Sarana menandantangani perjanjian pendahuluan dengan PT ILB, di mana struktur pendanaannya menggunakan customized supply chain financing dengan nilai total Rp 5 triliun untuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan Rp 1 triliun untuk PT Jasa Sarana.

“Struktur customized supply chain financing ini adalah inovasi skema keuangan terbaru dari PINA Center for Private Investment yang diharapkan dapat menambah ruang modal kerja bagi BUMN/BUMD, juga fleksibilitas dalam leverage dan cashflow karena fleksibilitas dalam tenor dan bentuk pelunasan,” kata Menteri Bambang dalam sambutannya, Senin (14/10/2019).

Salah satu upaya inovasi lainnya dari PINA Center for Private Investment untuk menghasilkan pembiayaan kreatif adalah memfasilitasi terciptanya instrumen keuangan yang basis utamanya menambah modal (equity financing) untuk proyek-proyek infrastruktur.

Terakhir, PINA Center for Private Investment berhasil mendorong instrumen investasi Perpetual Notes yang telah dikeluarkan oleh PT PP (Persero) Tbk pada 2017 dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 2018.

 

2 dari 4 halaman

Melibatkan Berbagai Pemangku Kepentingan

Menteri Bambang mengatakan terlaksananya pencapaian-pencapaian PINA Center for Private Investment tersebut tidak lain karena upaya inklusif PINA senantiasa melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang terdiri atas pihak regulator dan institusi di bidang keuangan, kementerian atau lembaga pemerintah daerah, BUMN, swasta nasional dan juga asing, baik sebagai investee maupun investor dalam kebutuhan pembiayaan infrastruktur nasional.

Koordinasi antar kementerian dan lembaga pemerintah adalah mutlak diperlukan bagi fasilitasi PINA Center for Private Investment.

"Selama ini, PINA Center for Private Investment bekerja sama dengan BKPM dalam menjaring investor-investor potensial luar negeri dengan melakukan berbagai aktivitas roadshow. Kementerian PUPR dan Kementerian BUMN mendukung PINA Center for Private Investment dalam berhubungan dengan BUMN sebagai pemilik proyek yang difasilitasi. Lembaga-lembaga seperti Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) juga membantu PINA Center for Private Investment dalam memetakan masalah terkait sektor BUMN yang difasilitasi PINA Center for Private Investment,” jelas Menteri Bambang.

Lebih lanjut, Menteri Bambang menyatakan PINA Center for Private Investment akan terus mendorong upaya investasi swasta di sektor infrastruktur, konektivitas, energi, industri, serta perumahan. “Inovasi menjadi kata kunci dalam mendorong pembiayaan kreatif untuk menopang pembiayaan infrastruktur yang sangat masif. Tanpa inovasi, pembiayaan akan sulit mewujudkan target pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia,” ucap Menteri Bambang.

 

3 dari 4 halaman

Total Investasi

Hingga Oktober 2019, PINA Center for Private Investment telah memfasilitasi financial close senilai Rp 52 triliun, dengan target financial close 2019 sebesar Rp 84 triliun atau setara USD 6 miliar. Jumlah proyek yang saat ini masuk dalam fasilitasi PINA Center for Private Investment adalah sebanyak 29 proyek dengan total nilai sebesar Rp 630 triliun atau setara USD 44 miliar.

Dari sisi investor, PINA Center for Private Investment saat ini memiliki sejumlah investor utama dari dalam dan luar negeri, di antaranya adalah PT Taspen, BPJS Ketenagakerjaan, dan Canada Pension Plan Investment Board (CPPIB). “Ke depan, saya berharap PINA Center for Private Investment akan terus mampu untuk membangun ekosistem pembiayaan inovatif sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkualitas,” pungkas Menteri Bambang.

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Indonesia Bakal Kedatangan 2 Unicorn Baru di 2020
Artikel Selanjutnya
Forum Bilateral RI - Swedia, Pemerintah Genjot Investasi dan Kerja Sama Ekonomi