Liputan6.com, Jakarta - Leunca merupakan salah satu sayuran yang cukup populer dalam masakan Sunda dan beberapa daerah di Indonesia. Buahnya yang berukuran kecil biasanya dimasak sebagai lalapan, sambal, atau campuran berbagai hidangan. Tanaman leunca juga menarik untuk dibudidayakan sendiri karena tidak membutuhkan lahan yang luas.
Cara menanam leunca dari biji sebenarnya cukup mudah dilakukan, termasuk bagi pemula yang baru mencoba berkebun di rumah. Tanaman ini dapat ditanam langsung di tanah maupun menggunakan pot atau polybag. Dengan media tanam yang subur, penyiraman yang cukup, dan paparan sinar matahari yang baik, leunca dapat tumbuh dengan rimbun.
Menanam leunca dari biji juga bisa menjadi pilihan bagi yang ingin memiliki kebun sayur sederhana di halaman rumah. Bijinya dapat diperoleh dari buah leunca yang sudah matang atau menggunakan benih yang tersedia di pasaran. Agar proses perkecambahan dan pertumbuhannya lebih optimal, berikut cara menanam leunca dari biji yang telah diulas Liputan6.com, Sabtu (8/8/2026).Â
Advertisement
1. Siapkan biji leunca
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5425529/original/074235000_1764230086-leunca.jpg)
Pilih buah leunca yang sudah matang sempurna untuk mendapatkan biji yang siap ditanam. Buah yang matang biasanya memiliki warna lebih gelap dibandingkan buah yang masih muda.
Belah buah, kemudian ambil bijinya dan pisahkan dari daging buah. Cuci biji menggunakan air bersih untuk menghilangkan sisa daging buah yang menempel.
Setelah itu, keringkan biji di tempat teduh hingga permukaannya tidak terlalu basah. Hindari menjemurnya terlalu lama di bawah sinar matahari yang terik.
Advertisement
2. Siapkan media semai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292913/original/008370700_1783664278-4__1_.jpg)
Gunakan media semai yang gembur dan memiliki drainase baik. Campuran tanah, kompos matang, dan sekam bakar dapat digunakan sebagai media awal penyemaian.
Masukkan media ke dalam wadah semai, pot kecil, atau tray semai. Pastikan wadah memiliki lubang di bagian bawah agar air tidak menggenang.
3. Semai biji leunca
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292916/original/048734400_1783664278-7__1_.jpg)
Buat lubang kecil pada permukaan media dengan kedalaman sekitar 0,5–1 cm. Masukkan satu atau beberapa biji ke dalam lubang, kemudian tutup tipis menggunakan tanah.
Siram menggunakan air secukupnya agar media lembap, tetapi tidak becek. Letakkan wadah semai di tempat yang mendapatkan cahaya matahari pagi dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Advertisement
4. Tunggu biji berkecambah
Jaga kelembapan media selama proses penyemaian. Penyiraman dapat dilakukan secara perlahan ketika permukaan media mulai mengering.
Setelah biji mulai berkecambah dan muncul beberapa helai daun, bibit dapat mulai diperkenalkan secara bertahap pada paparan sinar matahari yang lebih banyak.
5. Pindahkan bibit ke pot atau tanah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574115/original/083303200_1777963186-Pindah_Tanam__Transplanting__dengan_Hati-hati.jpg)
Bibit leunca dapat dipindahkan ketika sudah cukup kuat dan memiliki beberapa helai daun sejati. Jika ditanam di pot atau polybag, gunakan wadah yang cukup besar agar akar memiliki ruang untuk berkembang.
Isi wadah dengan campuran tanah dan kompos matang. Buat lubang tanam, masukkan bibit secara perlahan tanpa merusak akarnya, kemudian tutup kembali dengan media tanam.
Jika ditanam langsung di halaman, beri jarak antartanaman agar leunca tidak terlalu berdesakan ketika tumbuh besar.
Advertisement
6. Letakkan di tempat yang mendapat sinar matahari
Leunca membutuhkan cahaya matahari untuk mendukung pertumbuhan daun, batang, dan buah. Letakkan tanaman di area yang mendapatkan sinar matahari cukup setiap hari.
Tanaman yang kekurangan cahaya biasanya dapat tumbuh lebih lemah dan kurang rimbun. Karena itu, hindari menanam leunca di lokasi yang terus-menerus ternaungi.
7. Lakukan penyiraman secara rutin
Siram tanaman secara rutin dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan kelembapan media. Pada musim panas, tanaman mungkin membutuhkan penyiraman lebih sering.
Namun, jangan sampai media terlalu basah atau tergenang karena dapat mengganggu kondisi akar. Pastikan pot atau polybag mempunyai lubang drainase yang memadai.
Advertisement
8. Berikan pupuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5444832/original/086518400_1765790059-Pupuk_Kompos.jpg)
Untuk membantu pertumbuhan tanaman, berikan pupuk organik atau kompos matang secara berkala. Pupuk dapat diberikan di sekitar tanaman dengan tetap menjaga jarak dari batang utama.
Ketika tanaman mulai memasuki fase berbunga dan berbuah, kebutuhan nutrisinya perlu diperhatikan agar tanaman dapat menghasilkan buah leunca dengan baik.
9. Perhatikan hama dan penyakit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6589369/original/096563100_1779429270-unnamed__35_.jpg)
Periksa daun dan batang leunca secara rutin. Beberapa hama dapat menyerang bagian daun dan menyebabkan daun berlubang, menguning, atau pertumbuhannya terganggu.
Jika menemukan bagian tanaman yang terserang, segera singkirkan bagian yang rusak. Jaga kebersihan area sekitar tanaman dan hindari kondisi terlalu lembap untuk membantu mengurangi risiko penyakit.
Advertisement
10. Panen buah leunca
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6589364/original/067799500_1779429269-cover_eunca.jpg)
Setelah tanaman tumbuh besar dan mulai menghasilkan buah, leunca dapat dipanen secara bertahap. Pilih buah sesuai kebutuhan, terutama jika akan digunakan sebagai lalapan atau bahan masakan.
Pemanenan secara rutin juga dapat membantu tanaman terus menghasilkan buah. Gunakan tangan atau gunting yang bersih agar tidak merusak bagian tanaman lainnya.
Tips Agar Leunca Tumbuh Subur
1. Gunakan biji dari buah leunca yang matang dan sehat.
2. Pastikan media tanam gembur dan tidak mudah tergenang.
3. Letakkan tanaman di area yang mendapatkan sinar matahari cukup.
4. Siram secara rutin tanpa membuat media terlalu basah.
5. Tambahkan kompos atau pupuk organik secara berkala.
6. Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman.
7. Periksa daun secara rutin untuk mendeteksi hama lebih awal.
8. Pangkas bagian tanaman yang rusak atau terserang penyakit.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Cara Menanam Leunca dari Biji
1. Apakah leunca bisa ditanam dari biji buah yang dibeli di pasar?
Bisa, asalkan buah yang digunakan sudah matang dan bijinya sehat. Biji perlu dibersihkan dari sisa daging buah sebelum disemai.
2. Apakah leunca bisa ditanam di dalam pot?
Bisa. Leunca dapat ditanam dalam pot atau polybag asalkan ukurannya cukup dan mempunyai lubang drainase. Letakkan pot di tempat yang mendapatkan sinar matahari cukup.
3. Berapa lama biji leunca bisa mulai tumbuh?
Waktu perkecambahan dapat berbeda tergantung kualitas biji, kelembapan, suhu, dan kondisi media tanam. Karena itu, jaga media tetap lembap dan amati pertumbuhan bibit secara rutin.
4. Apakah leunca cocok ditanam di halaman rumah?
Leunca cukup cocok ditanam di halaman rumah karena tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas. Tanaman dapat dibudidayakan di tanah, pot, maupun polybag selama kebutuhan cahaya, air, dan nutrisinya terpenuhi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318714/original/091915700_1786146470-Gemini_Generated_Image_v2l9lmv2l9lmv2l9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4028230/original/026555300_1653022810-mother-her-son-are-posing-studio-wearing-casual-clothes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315538/original/011016000_1785840462-a5a249a0-1e36-4065-a80c-78f32537c07c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311079/original/009927900_1785387098-S2WSKdC0Lfwfk3kaFIU1zsAb5TXwiHx1MPSPoAMp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314486/original/040851700_1785748258-2WO4axynTRcfhodVfeRVmJfeMx4KMUSiWyyj5AG9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4963155/original/076243300_1728376944-pexels-ds-stories-7256089.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5492321/original/019634300_1770167869-Cara_Menghilangkan_Noda_Kunyit_di_Tangan_dan_Kuku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315524/original/065153700_1785839767-Ide_Memanfaatkan_Tutup_Galon_Bekas_yang_Jarang_Terpikirkan.jpg)