APMF 2026 Dorong Kolaborasi Jangka Panjang

APMF 2026 di BNDCC, Bali, 5–7 Agustus, menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan.

Diterbitkan 07 Agustus 2026, 14:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Umur kampanye yang kian pendek mendorong pelaku pemasaran beralih dari sekadar mengejar atensi menuju kemitraan jangka panjang. Isu itu menjadi sorotan pembuka Asia Pacific Media Forum (APMF) 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, yang berlangsung pada 5–7 Agustus 2026 dengan tema "Blueprint the Beyond".

Perubahan perilaku konsumen yang dipicu laju teknologi, menjamurnya konten kreator, dan fragmentasi media digital membuat dampak kampanye cepat meredup. Di tengah lanskap serba cepat, industri didorong membangun mekanisme kolaborasi dan pengambilan keputusan yang tahan lama.

Forum yang rutin digelar sejak 2005 ini mempertemukan pengambil keputusan dari brand, media, teknologi, agensi, platform digital, hingga ekonomi kreatif untuk memetakan arah pemasaran dan consumer engagement di Asia Pasifik.

Bangun Fondasi, Bukan Sekadar Viral

Chairman APMF, Andi Sadha, menekankan tantangan utama industri bukan kekurangan ide atau insight. Ia menilai organisasi dituntut menata fondasi yang mampu mencetak nilai berkelanjutan, bahkan setelah kampanye usai.

"Sebagian besar dari kita pernah menjalankan kampanye yang berhasil menarik perhatian pasar. Impression datang, percakapan meningkat, tetapi beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian semuanya menghilang. Campaigns fade. Itu memang sifat alami sebuah kampanye. Blueprint the Beyond adalah penolakan terhadap anggapan bahwa di situlah pekerjaan kita selesai," ujar Andi saat membuka APMF 2026 dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).

Tema "Blueprint the Beyond" berangkat dari pertanyaan mendasar: bagaimana memicu kolaborasi nyata dan kemitraan yang berkesinambungan? Karena itu, rancangan forum tidak berhenti pada sesi berbagi ilmu, melainkan juga menjadi ruang temu para pengambil keputusan lintas sektor.

"Selama tiga hari kami tidak mengajak peserta sekadar mengagumi ide-ide baru. Kami mengajak untuk membangun sesuatu yang tetap hidup setelah konferensi ini berakhir. Orang yang duduk di sebelah Anda bisa menjadi alasan sebuah ide besar diwujudkan atau sebuah kerja sama akhirnya tercapai," lanjutnya.

Kolaborasi Jadi Jalur Adaptasi

Sejak sesi awal, peserta diajak aktif berinteraksi satu sama lain—mencerminkan keyakinan bahwa kolaborasi besar kerap tumbuh dari percakapan sederhana.

Di tengah dinamika ekonomi yang cair, Andi menyebut organisasi dihadapkan pada dua pilihan: bertahan dengan pola lama atau beradaptasi melalui kolaborasi. Karena itu, APMF dirancang bukan hanya memberi inspirasi, tapi memfasilitasi relasi profesional yang berpotensi menjadi kemitraan strategis jangka panjang.

"Kami percaya masa depan industri tidak dibangun oleh satu organisasi saja. Masa depan dibentuk melalui percakapan yang terbuka mengenai apa yang sedang kita bangun, apa yang kita butuhkan, dan apa yang dapat kita tawarkan kepada pihak lain. Semakin terbuka kita berbagi, semakin besar peluang kolaborasi itu terwujud," jelas Andi.

"Jangan habiskan tiga hari ini sebagai pengamat. Jadilah pembangun. Mulailah percakapan dengan orang yang sudah Anda kenal, lalu dengan satu orang yang belum Anda kenal. Tanyakan satu hal sederhana: apa yang bisa kita bangun bersama? Karena pada akhirnya, kampanye akan berlalu, tetapi struktur yang dibangun bersama akan bertahan." imbau Andi.

Selama tiga hari, APMF 2026 menyajikan empat pengalaman utama: Applied Intelligence Lab, Conference Stage, Innovation & Experience Showcase, dan Leadership Gatherings.

Seluruh rangkaian dirancang untuk membuka perspektif baru, mengenalkan teknologi relevan, dan menautkan peluang kerja sama guna merespons perubahan lanskap pemasaran.

Lebih dari 50 pembicara mancanegara hadir, di antaranya Regional Chief Creative Officer IMPACT BBDO Ali Rez; Filmmaker sekaligus Co-founder Imajinari Ernest Prakasa; Managing Editor WARC APAC Rica Facundo; Co-Founder EnMasse Sunny Gho; serta Managing Director, Design and Digital Products Lead Accenture Song Tuomas Peltoniemi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6