Sukses

Top 3: Harga Emas Naik 2 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Pidato Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) Jerome Powell turut mempengaruhi harga emas dunia. Usai pidato dari gubernur Bank Sentral AS tersebut, harga emas naik sebesar 2 persen.

Harga emas di pasar spot naik 2 persen menjadi USD 1.528,53 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS juga naik 2 persen menjadi USD 1.538,6.

 

Harga emas telah naik hampir 8 persen sejauh bulan ini dan sekitar 19 persen tahun ini. 

Artikel mengenai harga emas ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Minggu (25/8/2019):

2 dari 5 halaman

1. Harga Emas Melonjak Usai Pidato Gubernur The Fed

Harga emas melonjak 2 persen pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta). Kenaikan ini didorong penafsiran investor terhadap pidato Gubernur The Federal Reserve (The Fed) AS Jerome Powell yang dianggap condong ke arah sikap kebijakan moneter yang dovish.

Selain itu, lonjakan ini juga sebagai dampak dari komentar terakhir Presiden AS Donald Trump yang dinilai memperburuk ketegangan perdagangan dengan China.

Dikutip dari CNBC, harga emas di pasar spot naik 2 persen menjadi USD 1.528,53 per ounce. Harga sebelumnya naik menjadi USD 1.528,50, tertinggi sejak 13 Agustus, ketika telah mencapai puncak tertinggi dalam enam tahun terakhir di level USD 1.534,31.

Simak artikel selengkapnya di sini

3 dari 5 halaman

2. VIDEO: Wawancara Khusus Dirut KIEC, Priyo Budianto

Liputan6.com berkesempatan mewawancarai Dirut KIEC, Priyo Budianto. Priyo membeberkan peran KIEC dalam menyokong kinerja induk usaha beserta rencana bisnis KIEC tahun ini dan tahun yang akan datang.   

Simak artikel selengkapnya di sini

4 dari 5 halaman

3. Soal Pro-Kontra Pemindahan Ibu Kota, Ini Kata Bos Bappenas

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, tidak mau menanggapi pro dan kontra para anggota DPR yang tidak sependapat dengan pemindahan ibu kota.

Dia menjelaskan nanti pemerintah akan menjelaskan proses dan alasan mengapa ibu kota dipindah.

"Siapa DPR menentang (pemindahan ibu kota). Kalau satu dua anggota ya, jadi nanti ada prosesnya," kata Bambang di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (23/8).

Simak artikel selengkapnya di sini

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Top3 Berita Hari Ini: Mengatasi Baret Kaca Mobil dan Mengenal Fitur EBD
Artikel Selanjutnya
Top3: Produk Rakitan Lokal Selamatkan Suzuki dan Mengadang Renault Triber