Sukses

Mau Sukses? Jangan Kerja Keras tapi Kerja Cerdas

Liputan6.com, Jakarta - Kita semua punya waktu yang sama sehari, 24 jam. Apa yang kita kerjakan tergantung bagaimana cara kita mengatur waktu.

Ada orang yang bisa pulang kantor pukul 4 sore meski tetap masuk jam 9 pagi, tapi ada yang harus menetap dan lembur sampai malam.

Bekerja keras kadang dianggap sebagai penentu kesuksesan. Orang-orang yang sering lembur dinilai berkomitmen pada pekerjaannya.

Padahal, mungkin saja orang-orang itu lembur karena mereka tidak bisa mengatur waktu kerjanya, sehingga waktu istirahat mereka harus dikorbankan. Kesuksesan sebenarnya didapat dari kerja cerdas. Kerja yang berhasil tapi tetap membawa dampak baik bagi kesehatan mental dan waktu pribadi.

Dilansir dari Thrive Global, berikut beberapa cara bekerja cerdas agar sukses antara kehidupan kantor dan pribadi:

1. Terapkan prinsip Pareto

Prinsip Pareto menyatakan kalau 80 persen hasil kerja kita tergantung dari 20 persen fokus kita. Prinsip sukses ini dipopulerkan oleh Vilfredo Pareto, seorang ekonom yang menemukan fakta kalau 80 persen produksi kacang polong dihasilkan hanya dari 20 persen lahan saja.

Kalau 20 persen usaha saja bisa menentukan 80 persen hasilnya, maka Anda tidak perlu susah-susah bekerja.

Di dalam konteks dunia kerja, jika Anda mendapat tawaran proyek dari banyak klien, usahakan untuk fokus pada satu proyek saja. Kerahkan 20 persen usaha untuk proyek itu, dan 80 persen hasilnya dipastikan sesuai dengan usaha Anda sebelumnya.

2 dari 3 halaman

2. Istirahat

Seperti yang sudah dicontohkan sebelumnya, banyak orang yang sering lembur demi menyelesaikan pekerjaan kantor. Sudah pasti, lembur akan merubah jadwal istirahatnya.

Tubuh yang lelah dan pikiran yang stress hanya akan membuat pekerjaan semakin menumpuk, karena Anda tidak bisa fokus.

CEO Apple Tim Cook dan CEO Microsoft Bill Gates selalu memprioritaskan untuk tidur 7 jam sehari. Anda juga bisa meniru kebiasaan mereka dengan mengatur jadwal terlebih dulu.

Kalau memang sulit, usahakan untuk istirahat atau tidur siang di sela bekerja, setidaknya 20 menit. Hal itu akan membantu meningkatkan produktivitas. Tapi, jangan sampai setelah istirahat sebentar justru menjadi malas. 

Kalau sulit tidur di sela bekerja, Anda bisa melakukan hal lain untuk merelaksasi otak, misalnya buka-buka media sosial, bermain game atau hanya jalan-jalan sekitaran kantor. Dijamin, tubur lebih bugar dan Anda bisa menyelesaikan pekerjaan selanjutnya dengan baik.

3 dari 3 halaman

3. Buat Jadwal

Anda bisa mengatur pekerjaan dengan membuat jadwal harian. Buat semacam to-do list atau daftar pekerjaan yang harus diselesaikan, lengkap dengan prioritasnya.

Selesaikan pekerjaan dengan prioritas paling tinggi. Dalam jadwal, jangan lupa untuk memasukkan waktu makan siang dan tidur siang. Juga, jangan lupa kalau tubuh harus tetap bergerak, jadi berikan waktu untuk break 10 hingga 15 menit.

Setelah membuat jadwal, sebisa mungkin patuhilah jadwal itu. Inti dari jadwal ini adalah memastikan Anda memanfaatkan jam kerja dengan baik.

Kadang, banyak dari kita yang tidak menyelesaikan pekerjaannya karena bermain game, media sosial, dan melakukan hal tidak perlu lainnya. Hindari hal itu dan fokuslah menyelesaikan pekerjaan sebelum waktu pulang.

4. Fokus pada jam kerja sendiri

Tentukan berapa jam Anda bisa menyelesaikan tugas A, B dan C. Kalau Anda merasa 5 jam saja cukup, mengapa tidak? Tidak usah khawatir dicap malas atau tidak bekerja keras, Anda sedang kerja cerdas, kok.

Justru lebih baik bekerja 5 jam saja dengan hasil yang sama seperti bekerja 8 jam, bukan begitu?

Loading
Artikel Selanjutnya
4 Trik Usir Rasa Malas Kerja di Hari Senin
Artikel Selanjutnya
Intip Tips dan Trik Rintis Bisnis Sejak Muda