Sukses

Bos IMF Lagarde Sebut Kondisi Ekonomi Ibarat Bermain Ski

Liputan6.com, Jakarta - Para elit dunia sedang menghadiri pertemuan di Davos, Swiss, dalam acara tahun World Economic Forum atau Forum Ekonomi Dunia (WEF).

Suasana salju Januari yang dinikmati para tamu di tepian Alpen itu terasa kontras dari angin musim dingin yang berhembus di dunia perekonomian, mulai dari perlambatan ekonomi China dan krisis utang di Eurozone.

Pemimpin IMF Christine Lagarde membuka ajang tersebut dan menyampaikan analogi dalam pidatonya. Lagarde berkata, kondisi perekonomian persis seperti melakukan cross-country ski (ski lintas negara). 

"Apa yang kamu inginkan jika kamu adalah pemain ski lintas negara? Kamu pasti menyukai daya pandang yang bagus, tanpa ketidakjelasan," ujar Lagarde dalam pidatonya seperti dilaporkan Bloomberg, Selasa (22/1/2019).

Lagarde pun menyindir mereka yang tidak bermain sesuai aturan yang sudah disetujui. Menurut dia, lebih baik jika semua pemain berada sesuai jalurnya.

Melihat kondisi ekonomi terkini, Christine Lagarde mengakui, ski akan menjadi tambah berat, serta butuh usaha lebih. 

Sejumlah pemain presiden dan perdana menteri (PM) malah absen dari Davos. Di antaranya ada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, PM Britania Raya Theresa May, PM Kanada Justin Trudeau, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM India Narendra Modi.

Trump absen di Davos akibat penutupan pemerintahan AS, Pemerintahan Prancis yang di bawah pimpinan Macron sedang bergejolak akibat tuntutan ekonomi kelompok Jaket Kuning, Theresa May masih sibuk oleh paket Brexit, sedangkan pemerintahan Trudeau terganjal isu penahanan warga Kanada di China.

 

2 dari 2 halaman

Donald Trump Batal Hadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan akan absen pada acara para elit ekonomi dunia di Davos, Swiss, pada akhir Januari nanti. Keputusan diambil sebab pemerintahan AS sedang tutup.

Kabar ini Trump sampaikan langsung lewat Twitter. Sang presiden menyebut ulah Partai Demokrat dan pentingnya keamanan batas negara sebagai alasan pembatalannya datang ke acara yang diprakarsai oleh World Economic Forum (Forum Ekonomi Dunia, WEF).

"Akibat keras kepalanya anggota Partai Demokrat perihal Keamanan Perbatasan dan besarnya kepentingan Keselamatan Negeri kita, saya dengan hormat membatalkan perjalanan yang sangat penting ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum. Salam paling hangat saya dan rasa maaf ke WEF!" ujar Donald Trump via akun twitternya.

Davos adalah lokasi pilihan WEF dalam mengadakan pertemuan tahunan mereka. Kota di kawasan gunung Alpen itu menjadi saksi bertemunya para elit di dunia bisnis dan politik dari seluruh dunia. Keelitan Davos pun sudah jadi julukan serta sindiran bagi ajang tersebut.

Tiap awal tahun, mereka berkumpul di Davos untuk membahas agenda level global. Dunia industri pun menjadi salah satu bahasan utama di forum ini.

Pemerintah AS masih tutup secara parsial karena tarik-ulur anggaran. Demi membangun tembok atau pagar besi di batas selatan negaranya, Donald Trump meminta anggaran sebesar USD 5 miliar atau Rp 70,2 triliun (USD 1 = Rp 14.045).

Partai oposisi menolak memberikannya, sehingga kompromi politik terus berjalan. Diperkirakan gaji 800 ribu pegawai federal terdampak akibat penutupan pemerintahan ini.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Menko Luhut Dukung Kristalina Georgieva jadi Ketua Pelaksana IMF
Artikel Selanjutnya
IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global, Bagaimana Indonesia?