Sukses

Pertamina Janji Pangkas Harga Pertamax Cs

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) berjanji untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Janji tersebut akan dipenuhi dengan syarat ‎jika harga minyak dunia tidak mengalami kenikan sampai bulan depan.

Sekretaris Perusahaan Pertamina‎ Syahrial Mukhtar mengatakan, Pertamina ‎masih mengevaluasi pergerakan harga minyak dunia sebelum mengambil keputusan untuk menurunkan harga BBM nonsubsidi.

"Pasti ya kami butuh waktu untuk liat pergerakan dan proyeksi harga berapa dan ke mana," kata Syahrial, di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jakarta, Senin (17/12/2018).

Menurut Syahrial, jika harga minyak dunia tidak mengalami kenaikan sepanjang masa evaluasi selama dua minggu sampai satu bulan maka Pertamina akan menurunkan harga BB‎M nonsubsidi pada bulan depan.

"Dua pekan sampai sebulan kami bisa review itu.Ya kalau harganya begini terus ya nanti kami sesuaikan," tuturnya.

2 dari 3 halaman

Kena Sanksi

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memerintahkan kepada PT Pertamina (Persero) untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi atau Pertamax CS paling lambat Januari 2019. Jika Pertamina tidak melakukan hal tersebut maka Kementerian ESDM akan menjatuhkan sanksi.

‎Direktur Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, Pertamina sudah berkomitmen untuk menurunkan harga BBM nonsubsidi mengikuti penurunan harga minyak dunia yang terjadi belakangan ini. Pertamina berjanji untuk menurunkan Pertamax CS paling lambat Januari. 

"Janjinya gitu. Ya janjinya Januari lah‎," kata Djoko, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, (11/12/2018).

Menurut Djoko, ‎alasan Pertamina tidak langsung menurunkan harga BBM nonsubsidi saat ini karena perusahaan tersebut harus menghabiskan stok yang dibeli sebelum harga minyak mengalami penurunan. "Kan stok minyaknya banyak gitu loh," tuturnya.

Jika Pertamina tidak menurunkan harga BBM nonsubsidi sampai Januari 2019, Kementerian ESDM akan memanggil perusahaan energi plat merah tersebut, kemudian jika tidak ada perubahan maka kementerian ESDM siap menjatuhkan sanksi.

"Kami panggil lagi, nanti kan kami berdasarkan objektif kan, kami kan punya formula tuh, formula harga," tandasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: