Sukses

Jaga Pasokan Listrik Saat Banjir, PLN Disjaya Tinggikan 71 Gardu Distribusi

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) telah meninggikan ‎71 gardu distribusi, agar tidak terendam saat banjir datang di wilayah sekitar infrastruktur tersebut.

General Manager PLN Disjaya, M Ikhsan Asaad mengatakan, PLN Disjaya terus antisipasi agar infrastruktur kelistrikan tidak terendam banjir. Ini sebagai upaya menjaga kehandalan pasokan listrik saat banjir.

‎"PLN sudah melakukan antisipasi banjir," kata Ikhsan, di Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Ikhsan mengungkapkan, salah satu infrastruktur yang menjadi fokus PLN adalah gardu distribusi yang ditinggikan agar tidak terendam banjir. Pada 2017, ada 113 gardu yang ditinggikan, sedangkan ada 71 gardu distribusi pada 2018 dan satu unit gardu penghubung ditinggikan. Anggaran yang digelontorkan untuk meninggikan gardu mencapai Rp 17 miliar.

"Gardu dijaga, supaya kalau banjir tidak terendam," tutur dia.

Ikhsan melanjutkan, PLN Disjaya juga akan menjaga pasokan listrik pompa air, agar tetap beroperasi menyedot air yang menggenangi pemukiman penduduk.

Untuk menjaga kinerja pompa air tetap handal, sumber pasokan listrik pompa air berasal dari berbagai sumber. Sehingga jika listrik di wilyah sekitar pompa air padam akibat banjir, maka sumber pasokan listrik berasal dari wilayah lain.

"Pompa air kita buat seperti layanan premium, berasal dari berbagai sumber pasokan," kata dia.

 

2 dari 2 halaman

Jonan Ingin PLN Bangun Jaringan Listrik Sumatera Seperti di Jawa

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta PT PLN (Persero) untuk membangun sistem kelistrikan di Pulau Sumatera seperti di Pulau Jawa yang saling terhubung (interkoneksi).

Interkoneksi maksudnya antara beberapa pembangkit dengan pembangkit lain dan beberapa gardu induk (GI) dengan GI yang lain melalui sebuah saluran transmisi. Hal tersebut merupakan salah satu dari empat target kelistrikan yang harus dicapai oleh PLN.

"Saya sudah bilang kepada PLN, transmisi untuk Pulau Sumatera itu harus seperti Jawa-Bali. Jawa-Bali ini jadi satu jaringannya transmisi dan distribusinya, konektivitas jaringannya jadi satu," kata Jonan, mengutip situs resmi Kementerian ESDM, di Jakarta, Jumat 2 November 2018.

‎Jonan menungkapkan, sistem kelistrikan Jawa-Bali saat ini sudah terhubung dalam satu jaringan interkoneksi, antara pembangkit satu dengan pembangkit yang lain dan gardu induk yang satu dengan yang lain.

Hal ini membuat penyaluran tenaga listrik dapat berlangsung terus-menerus. Sebab, jika salah satu pembangkit mengalami kerusakan, maka penyaluran tenaga listrik dapat dialihkan ke pusat pembangkit lainnya.

"Sumatera harus jadi satu, sekarang yang sudah selesai yang 70 Kilovolt (Kv), 150 Kv sudah dan tahun depan harus sudah diselesaikan jaringan yang 270 Kv untuk menampung produksi listrik dari kapasitas pembangkit yang melebih 600 MW satu pembangkit, mestinya bisa selesailah," tambah Jonan.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Artikel Selanjutnya
Jokowi Ingin Listrik Merata Seperti BBM Satu Harga
Artikel Selanjutnya
PLN Beli Listrik dari PLTA Merangin