Sukses

Bangun Bisnis dari Nol, Ini 3 Resep Sukses Jack Ma

Liputan6.com, Nusa Dua - Pendiri perusahaan teknologi raksasa Alibaba, Jack Ma, telah mengumumkan dirinya akan mundur dari perusahaan besutannya tersebut. Setelah lengser dari Alibaba, Ma mengatakan, dirinya akan mengajar dan berbagi ilmu bisnis pada para pengusaha muda.

Melansir laman CNBC, Minggu (21/10/2018), Ma memang sudah tidak asing lagi dengan dunia pendidikan. Dia pernah menjadi guru bahasa Inggris sebelum mendirikan Alibaba. Di bawah pengawasannya pula, Alibaba menjalankan sejumlah program untuk mengajarkan tentang e-Commerce dan wirausaha.

Miliarder tersebut juga memiliki banyak materi untuk menginspirasi para pengusaha muda. Melihat latar belakang Ma yang menjelma dari pengusaha amatir menjadi salah satu orang terkaya di dunia, tentu banyak ilmu yang bisa dipelajari darinya.

Dalam WEF yang digelar di Bali, Jack Ma berbagi 3 pelajaran bisnis yang perlu dipelajari para pengusaha muda, seperti berikut:

1. Jangan belajar untuk sukses

Meski tercatat sebagai salah satu pengusaha tersukses di dunia, Ma mengaku tak ingin berbagi kisah suksesnya pada pengusaha lain.

"Saya tak akan pernah mengajar orang cara menjadi sukses. Harvard, Yale, mengajar orang untuk sukses, saat orang belajar terlalu banyak kisah sukses, mereka pikir mereka bisa sukses dengan mudah," katanya.

Sebaliknya, dia ingin mengajar orang lain cara mengatasi tantangan sehingga siap memasuki dunia bisnis yang keras.

 

2 dari 3 halaman

2. Harus berani menghadapi apapun

Ma mengatakan, pengusaha harus terbiasa menerima penolakan dan belajar mengatasinya tanpa rasa takut. Menjadi berani membuat orang lebih optimis, dan terus maju meski hidup terasa sulit.

Ma sendiri sudah mengalami banyak penolakan dalam hidupnya. Menurut Ma, perlu ada pergeseran pola pikir jika ingin mengembangkan sikap berani khususnya dalam berbisnis.

 

3 dari 3 halaman

3. Jangan tunggu masyarakat siap menerima gagasan bisnis Anda.

Ma mendirikan Alibaba pada 1999, saat hanya sedikit orang yang bisa mengakses internet. Saat masih sedikit orang yang menjual dan membeli barang secara online.

Tapi lihat sekarang, perusahaannya menjadi salah satu peprusahaan teknologi terbesar di dunia dengan cabang di bidang e-Commerce, pembayaran digital, media sosial dan banyak lagi. Tak heran, ia mengajarkan para pengusaha untuk tidak memikirkan kesiapan masyarakat saat memiliki gagasan bisnis.

"Jika semua sudah siap, maka Anda tidak punya nilai lagi dari bisnis tersebut," pungkasnya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Miliarder David Koch Meninggal Dunia
Artikel Selanjutnya
Model Asal Serbia Tuntut Miliarder Chinh Chu Jutaan Dolar AS, Ada Apa?