Sukses

Miliarder Ini Sebut Kartu Kredit Bikin Orang Susah Kaya

Liputan6.com, Jakarta - Seorang miliarder asal Amerika Serikat (AS) Mark Cuban kembali memberikan pernyataan menarik. Ia percaya memiliki kartu kredit dapat menghalangi kekayaan.

Dilansir dari CNBC, Mark Cuban percaya bahwa memakai kartu kredit adalah investasi terburuk yang bisa seseorang lakukan. Sang miliarder, yang pernah cekcok dengan Donald Trump, sampai berkata orang memiliki kartu kredit berarti tidak ingin kaya.

"Potong pemakaian kartu kredit. Bila kamu memakai kartu kredit, kamu tidak ingin menjadi kaya," ujarnya.

Cuban berkata, ia berharap mendapatkan nasihat seperti itu ketika ia masih berusia 20 tahunan. "Aku seharusnya dulu membayar kartu-kartuku setiap 30 hari" ujarnya.

Menurut Forbes, kekayaan Mark Cuban tercatat sejumlah USD 3,9 miliar atau setara Rp 58,7 triliun (USD 1 = Rp 15.072). Dia berada di peringkat 606 pada peringkat miliarder terkaya Forbes.

Ini bukan pertama kalinya Cuban memberi nasihat kontroversial. Sebelumnya, dia percaya bahwa kedepannya jurusan non-eksak akan lebih dibutuhkan.

Dalam ajang Pilpres AS 2016, Cuban juga berseteru dengan Donald Trump. Cuban merupakan seorang investor di bidang olahraga dan teknologi. Ia adalah pemilik tim NBA Dallas Mavericks dan investor utama pada acara TV populer Shark Tanks.

 

 

2 dari 2 halaman

Prediksi Mengenai Jurusan Non-Eksak

Bila mencari daftar pekerjaan dengan gaji tertinggi, yang selalu muncul teratas adalah pekerjaan terkait jurusan engineering atau komputasi. Jurusan non-eksak pun harus siap dipandang sebelah mata karena tak masuk daftar tersebut.

Sebuah pandangan berbeda disampaikan miliarder Mark Cuban. Ia justru percaya jurusan non-eksak (liberal arts majors) akan lebih dibutuhkan di masa depan.

"Saya secara pribadi berpikir akan ada permintaan lebih besar dalam 10 tahun ke depan untuk jurusan non-eksak ketimbang programming," jelas Mark Cuban seperti dikutip CNBC.

Cuban menyebut bahwa data-data sudah tersedia di industri finansial dan teknologi, sehingga perusahaan-perusahaan akan mencari pegawai yang memiliki cara berpikir yang lebih bebas. Tujuannya ialah supaya terdapat perspektif baru dalam melihat informasi.

"Saat data sudah tersedia, opsi tersedia, Kau butuh perspektif berbeda untuk punya pandangan berbeda, kita butuh orang yang cara berpikirnya lebih bebas," ucapnya.

Cuban turun berpesan bahwa dinamika pekerjaan terus berubah. Pekerjaan dan jurusan yang tren hari ini, belum tentu tren pada kedepannya.

"Sifat pekerjaan sedang berubah. Automation mulai diotomatisasi. Pekerjaan yang sedang bagus setelah kuliah hari ini, bisa saja bukan pekerjaan yang bagus 5 atau 10 tahun kedepan. Punya pekerjaan programmer selama 15 tahun terakhir, menjadi ahli python, dan mengintegrasi jaringan, mungkin pekerjaan bagus selama 15 tahun terakhir, tapi mungkin kau akan kehilangan pekerjaan 5 tahun lagi," ujar Cuban.

Loading
Artikel Selanjutnya
Terkuak, Ini Rahasia Sukses 5 Miliarder Dunia
Artikel Selanjutnya
Miliarder Ini Perluas Rumah di Skotlandia demi 7 Istri dan 23 Anak