Miliarder Mark Cuban: Kripto Bisa Gulingkan Perbankan Tradisional

Milairder Mark Cuban menilai crypto dan fintech berpotensi besar menggantikan sistem perbankan tradisional.

Diterbitkan 23 Maret 2026, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Miliarder sekaligus pengusaha ternama, Mark Cuban, memperingatkan bahwa sektor perbankan tradisional berada dalam posisi rentan terhadap disrupsi teknologi baru.

Dikutip dari U.Today, Senin (23/3/2026), menurut Cuban, lembaga keuangan konvensional berisiko “digulingkan” oleh inovasi seperti cryptocurrency dan fintech yang dinilai lebih efisien dan modern.

Dalam sebuah diskusi bersama komentator teknologi Adam.GPT, Cuban menyoroti bagaimana teknologi baru berpotensi “membangun ulang” sistem kerja perusahaan lama dari nol, termasuk di sektor jasa keuangan.

Ia menilai bahwa sistem perbankan saat ini masih bergantung pada proses lama yang kompleks dan tidak efisien.

Salah satu masalah utama dalam sistem perbankan tradisional adalah proses yang disebut “reconciliation”, yakni mekanisme kompleks untuk mencocokkan data keuangan internal dan memenuhi kebutuhan regulasi.

Proses ini masih sangat bergantung pada campur tangan manusia serta “pengetahuan perusahaan” yang tidak terdokumentasi dengan baik.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Ketergantungan pada Pengetahuan Internal Jadi Kelemahan Bank

Menurut Cuban, ketergantungan pada pengetahuan internal karyawan justru menjadi kelemahan besar.

“Di sinilah kami berbeda pendapat, yaitu apakah karyawan akan sepenuhnya membagikan, atau bahkan secara akurat membagikan ‘pengetahuan perusahaan’ mereka. Mereka cenderung melindungi pengetahuan itu. Sebagian besar bahkan tidak terdokumentasi. Itulah keunggulan mereka,” ujar Cuban.

Ia menambahkan, karena pengetahuan tersebut dijaga untuk keamanan pekerjaan, bank tradisional kesulitan melakukan otomatisasi maupun modernisasi sistem mereka.

Kondisi tersebut membuat sektor perbankan menjadi target empuk bagi teknologi terdesentralisasi.

 

Bisa Pangkas Sistem Lama

Dalam diskusi tersebut, Cuban sepakat bahwa kecerdasan buatan (AI), perangkat lunak baru, serta teknologi blockchain dapat menyederhanakan proses keuangan yang selama ini rumit.

“Fakta. Terutama karena fintech selalu menjadi cara cepat untuk mendisrupsi perbankan, dan crypto juga bergerak ke arah itu,” kata Cuban.

Jaringan cryptocurrency bekerja menggunakan sistem buku besar terdistribusi (distributed ledger), yang memungkinkan proses pencatatan transaksi dilakukan secara otomatis dan real-time.

Dengan sistem ini, proses “reconciliation” dapat berlangsung instan dan terintegrasi langsung dalam protokol, tanpa memerlukan campur tangan manusia atau “pengetahuan tersembunyi” seperti dalam sistem perbankan tradisional.

Hal ini membuka peluang bagi crypto untuk memangkas kompleksitas sistem lama di pusat keuangan global dan menghadirkan sistem yang lebih transparan serta efisien.