Sukses

Ingin Kurangi Pengeluaran Tak Berguna? Lakukan 6 Hal Ini

Liputan6.com, Jakarta - Ketika berbicara soal finansial, yang paling sulit bukanlah di cara menghasilkan uang. Sebaliknya, banyak masalah besar berawal dari kesulitan menyimpan dan mengelola arus masuk dan keluar. Apalagi, kalau sudah soal menahan nafsu belanja. Pasalnya, sudah menjadi pengetahuan umum, semakin besar uang yang dihasilkan--semakin besar pula nafsu untuk menghabiskan.

Memang, sih, tidak sedikit pula yang defensif, dan menganggap bahwa “uang bisa dicari”. Namun, tetap saja, alasan ini tidak boleh jadi motivasi orang untuk boros.

Lantas, bagaimana cara menahan pengeluaran yang tidak berguna? Yuk, perhatikan 6 aturan berikut dari Swara Tunaiku.

1. Jaga Kesehatan Supaya Tidak Boros Keluar Biaya Berobat

Kesehatan itu mahal. Sakit lebih mahal lagi. Canangkan prinsip ini sebagai wanti-wanti, karena saat keluar uang untuk berobat, implikasinya pada keuangan sangat signifikan.

Kontrol kesehatan secara rutin, misalnya wajib memeriksakan kesehatan gigi setiap enam bulan sekali dengan asuransi dari kantor. Hal ini akan jauh lebih baik daripada harus mengeluarkan uang lebih besar saat didiagnosis gangguan kesehatan mulut dan gigi. Lebih baik keluar uang ratusan ribu setiap enam bulan sekali, daripada habis jutaan untuk perbaikan major.

 

* Update Terkini Asian Games 2018. Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini

2 dari 4 halaman

2. Konsisten Menabung untuk Dana Darurat

Menabung dana darurat itu prinsipnya adalah nothing to lose. Jika ternyata dalam satu tahun tidak terjadi hal-hal buruk, uangnya bisa diputar untuk pos tabungan utama. Jika terpakai, Anda akan merasa sangat bersyukur memiliki dana darurat dan tidak harus mengganggu pos keuangan lain. Ponsel rusak atau hilang, bisa menjadi alasan penggunaan dana darurat.

3. Mempertahankan Kebiasaan Simpan Cash

Budaya cash-less dan less cash sedang sangat digembar-gemborkan karena memiliki banyak benefit. Namun, bukan berarti Anda harus benar-benar menghilangkan kebiasaan membawa uang cash.

Membawa uang cash memberikan Anda sense of spending, karena bisa merasakan langsung uang berkurang. Beralih ke metode pembayaran secara tunai memudahkan Anda stick to budget.

3 dari 4 halaman

4. Memanfaatkan Momen Diskon dan Sale

Memiliki hobi mahal, seperti mendaki gunung atau mengoleksi action figure, bisa jadi lebih hemat jika Anda berbelanja di saat yang tepat. Misalnya, pada momen tertentu, seperti pameran tahunan dengan promo diskon besar.

Tahan nafsu berbelanja demi menunggu diskon bisa jadi strategi yang ampuh. Asalkan, Anda tidak kalap saat momen itu tiba.

5. Jangan Impulsif

Impulsive buyer alias “lapar mata” biasanya terjadi saat Anda berbelanja, tapi melenceng dari niat awal. Contohnya, berniat beli satu panci, tetapi berakhir dengan membawa set dapur berisikan panci, kuali, dan pemanggang ke kasir.

Sebelum mengambil barang di rak, biasakanlah berhenti sejenak dan pikir ulang. Apakah barang ini sudah sesuai dengan daftar belanjaan dan aman di bujet?

4 dari 4 halaman

6. Lunasi Cicilan Kredit Tepat Waktu

Jika sudah memiliki kartu kredit, wajib hukumnya disiplin melunasi tepat waktu. Pastikan penggunaannya tidak melewati 80 persen limit dan yang terpenting lunasi pembayaran tepat waktu. Jangan sampai nilai pembayaran membengkak hanya gara-gara terdapat denda keterlambatan pembayaran cicilan.

Itulah dia enam aturan yang wajib dipenuhi jika ingin mengurangi pengeluaran. Mulailah kendalikan nafsu membelanjakan uang, sebab uang adalah “pelayan” yang baik, bukan “majikan”.