Cegah Kebakaran Berulang, Embung Disiapkan di Sekitar TPA Jatiwaringin

Langkah tersebut dilakukan setelah kebakaran melanda area TPA seluas belasan hektare.

Diterbitkan 10 Juli 2026, 18:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemkab Tangerang bangun embung dan hidran di TPA Jatiwaringin untuk mitigasi kebakaran.
  • Infrastruktur ini diharapkan mempermudah penanganan kebakaran TPA di masa depan.
  • Kebakaran TPA Jatiwaringin padam 100%, namun pemantauan dan pendinginan intensif berlanjut.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana membangun embung dan hidran di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk. Langkah tersebut dilakukan setelah kebakaran melanda area TPA seluas belasan hektare.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana di kawasan TPA Jatiwaringin.

"Pemerintah Kabupaten Tangerang akan membangun infrastruktur dari Jalan Mauk ke TPA Jatiwaringin. Pembuatan embung di sekitar TPA," kata Achmad, Jumat (10/7/2026).

Menurut dia, keberadaan kolam buatan dan hidran diharapkan dapat mempermudah penanganan apabila terjadi kebakaran di area TPA. Pemkab Tangerang berencana membangun lima unit hidran sebagai tahap awal.

"Di awal lima unit dulu," ujarnya.

Achmad menyebut kebakaran di TPA Jatiwaringin kini telah berhasil dipadamkan 100 persen. Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan BNPB, BPBD, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, TNI, dan Polri.

"Iya, sekarang alhamdulillah sudah 100 persen padam. Ini hasil kerja keras tim gabungan," katanya.

TPA Jatiwaringin Masih Dipantau

Meski kondisi darurat kebakaran telah terkendali, BPBD Kabupaten Tangerang masih melakukan pemantauan. Sejumlah armada pemadam kebakaran tetap disiagakan untuk menyiram timbulan sampah selama tiga hingga empat hari ke depan guna mencegah munculnya kembali titik api.

Sementara itu, BNPB memastikan lahan utama TPA Jatiwaringin yang terdampak kebakaran telah berhasil dipadamkan. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, area terdampak sekitar 15 hektare kini memasuki tahap pendinginan intensif.

"Lahan utama TPA Jatiwaringin seluas kurang lebih 15 hektare yang terdampak kebakaran dilaporkan telah berhasil dipadamkan 100 persen dan saat ini berada dalam fase pendinginan intensif," kata Abdul.

Meski area utama telah terkendali, tim gabungan masih bersiaga mengantisipasi munculnya titik panas dan kepulan asap tipis di area pembuangan luar kawasan TPA.

Penanganan darurat kebakaran tersebut didukung melalui Keputusan Bupati Tangerang Nomor 609 Tahun 2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana serta Keputusan Nomor 613/2026 tentang Satgas Penanganan Darurat.

BNPB juga mengerahkan empat unit helikopter pengebom air (water bombing) untuk membantu proses pemadaman. Tiga helikopter jenis Mi-8AMT, Sikorsky UH60A, dan Sikorsky UH60L telah beroperasi secara bergantian, sementara satu unit Mi-8 MSBT menjalani perbaikan teknis.

Selain dukungan udara, BNPB menyalurkan bantuan logistik berupa 500 liter cairan pemadam Enviro Class A Foam, pompa mini, selang pemadam, serta perangkat komunikasi radio jinjing (handy talkie) untuk mendukung penanganan di lapangan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6