Chery Janji Ganti Mobil Baru Jika Baterai Sebabkan Kebakaran

Langkah ini menjadi bentuk komitmen Chery dalam menjamin keamanan sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik buatannya

Diterbitkan 10 Juli 2026, 18:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Chery resmi mengumumkan program jaminan penggantian mobil baru bagi konsumen yang mengalami kerusakan kendaraan akibat baterai Rhino. Langkah ini menjadi bentuk komitmen pabrikan asal China tersebut dalam menjamin keamanan sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik buatannya.

Dilansir dari CarNewsChina, Jumat (10/7/2026), skema tersebut dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal kepada pemilik mobil listrik Chery. Pasalnya, kerusakan baterai yang memicu panas berlebih berpotensi menimbulkan risiko serius, mulai dari kerusakan kendaraan hingga kebakaran.

Menariknya, Chery menawarkan perlindungan yang tergolong berani. Jika terbukti terjadi kerusakan akibat baterai Rhino, perusahaan akan mengganti kendaraan konsumen dengan unit baru. Kebijakan ini juga berlaku untuk seluruh lini kendaraan listrik Chery.

Keberanian Chery menghadirkan garansi tersebut bukan tanpa alasan. Perusahaan mengklaim telah mengembangkan baterai Rhino melalui proses riset dan pengujian yang panjang sehingga memiliki tingkat keamanan serta daya tahan tinggi.

Salah satu keunggulannya adalah kemampuan baterai Rhino menahan benturan pada bagian bawah kendaraan hingga energi sebesar 1.500 joule. Fitur ini dirancang untuk mengurangi risiko kerusakan ketika mobil melintasi jalan yang tidak rata atau mengalami benturan dari bawah.

Tak hanya itu, Chery juga melakukan serangkaian pengujian ekstrem terhadap baterai Rhino. Mulai dari uji tusuk, tusukan paku, perendaman dalam air, hingga penghancuran fisik dilakukan saat baterai masih dalam kondisi aktif.

Melalui berbagai pengujian tersebut, Chery memastikan baterai tetap mampu mempertahankan stabilitas dan meminimalkan potensi terjadinya korsleting maupun thermal runaway yang dapat menyebabkan kebakaran.

Untuk meningkatkan tingkat keamanan, baterai Rhino juga dilengkapi kapsul pemurnian lingkungan khusus yang berfungsi melindungi jalur sel baterai. Teknologi ini diklaim mampu mengurangi risiko korsleting pada komponen internal.

Pengujian Intensif

Selain itu, proses produksi baterai dilakukan di ruang steril dengan pengendalian debu yang ketat. Langkah tersebut bertujuan menjaga kualitas setiap komponen sehingga performa baterai tetap optimal dalam jangka panjang.

Pada sisi teknologi, Chery mengungkapkan bahwa baterai Rhino mengusung teknologi solid-state berbasis sulfida. Teknologi ini diklaim mampu menjaga stabilitas material baterai sekaligus meningkatkan kepadatan energi hingga mencapai 600 Wh/kg.

Dengan kapasitas energi yang lebih tinggi, baterai diharapkan mampu menghadirkan efisiensi lebih baik tanpa mengorbankan aspek keamanan maupun umur pakai.

Sebelum diterapkan secara luas, Chery menyebut baterai Rhino telah melalui pengujian di lebih dari 43.000 kendaraan yang secara akumulatif menempuh jarak lebih dari 1,2 miliar kilometer.

Berdasarkan hasil pengujian tersebut, perusahaan mengklaim tidak ditemukan kasus kerusakan serius maupun insiden kebakaran yang disebabkan oleh panas berlebih dari baterai Rhino.

Rekam jejak pengujian tersebut menjadi salah satu alasan Chery berani menghadirkan program penggantian mobil baru apabila terjadi kerusakan akibat baterai.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya perusahaan untuk meningkatkan rasa aman konsumen dalam beralih ke kendaraan listrik.