Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia membuka peluang investasi senilai US$ 121 miliar atau sekitar Rp 2.172 triliun (asumsi kurs Rp 17.951 per dolar AS) untuk mengembangkan ekosistem manufaktur baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) nasional.
Peluang investasi tersebut ditawarkan melalui strategi hilirisasi sumber daya alam yang selama ini menjadi salah satu prioritas pemerintah. Indonesia menargetkan dapat menjadi salah satu pemain utama dalam industri baterai kendaraan listrik global pada 2045.
Direktur Strategi dan Tata Kelola Hilirisasi Kementerian Hilirisasi dan Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Ahmad Faisal Suralaga, mengatakan Indonesia memiliki keunggulan besar karena menguasai sebagian bahan baku utama pembuatan baterai EV.
Advertisement
Dalam Korea-Indonesia Economic Partnership Forum di Jakarta, Rabu (24/6/2026), Ahmad menjelaskan bahwa dari enam material utama yang dibutuhkan untuk membuat baterai kendaraan listrik, empat di antaranya tersedia melimpah di Indonesia.
"Enam bahan utama untuk membuat baterai EV, empat dari mereka berada di Indonesia. Kita memiliki nikel, bauksit, mangan, dan kita memiliki tembaga, yang merupakan material penting dalam jaringan supply baterai EV. Kelebihan ini memberikan Indonesia fondasi yang kuat untuk mengembangkan proses mineral dan material baterai ke manufaktur baterai dan kendaraan elektrik," kata Ahmad.
Menurut dia, kekayaan sumber daya tersebut menjadi modal penting untuk membangun industri baterai yang terintegrasi, mulai dari pengolahan mineral, produksi material baterai, hingga manufaktur kendaraan listrik.
Produsen Nikel Terbesar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4448833/original/057665600_1685529585-20230531_151100__1_.jpg)
Ahmad mengungkapkan Indonesia saat ini merupakan produsen nikel terbesar di dunia dengan porsi sekitar 42 persen dari total sumber daya global.
Selain nikel, pemerintah juga telah mengembangkan hilirisasi terhadap 28 komoditas strategis lainnya yang dinilai memiliki keunggulan kompetitif di pasar internasional.
Melalui penguatan hilirisasi, Indonesia ingin meningkatkan nilai tambah komoditas mineral yang selama ini diekspor dalam bentuk bahan mentah.
“Pada tahun 2045, Indonesia berniat untuk menjadi salah satu dari 5 produser baterai EV di dunia. Ini mungkin karena hilirisasi menciptakan nilai tambahan tertinggi, dan misalnya untuk nikel nilai tambahnya bisa menjadi 67 kali jika kita bisa mengubah nikel menjadi baterai EV,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, investasi akan diarahkan pada pembangunan fasilitas pengolahan mineral lanjutan (smelter), produksi material baterai, hingga manufaktur sel baterai kendaraan listrik.
Menurut Ahmad, saat ini Indonesia telah menjadi salah satu negara yang memiliki rantai pasok industri baterai yang relatif terintegrasi. Sejumlah perusahaan baterai kendaraan listrik kelas dunia juga telah mulai berinvestasi dan membangun fasilitas produksi di Tanah Air.
Advertisement
Pangkas Berbagai Biaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4231487/original/085496000_1668778146-PabrikDFSK3.jpg)
Pemerintah menilai ekosistem hilirisasi yang terintegrasi dapat memberikan efisiensi biaya produksi yang signifikan. Pasalnya, sebagian besar bahan baku, proses pengolahan, hingga manufaktur akhir berada dalam satu negara.
Kondisi tersebut dinilai mampu mengurangi berbagai biaya tambahan, termasuk biaya logistik, pajak lintas negara, maupun bea ekspor yang biasanya muncul dalam rantai pasok global.
Ahmad memperkirakan strategi hilirisasi dan pengembangan industri baterai kendaraan listrik dapat memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Indonesia.
Melalui investasi yang masuk ke sektor ini, nilai investasi nasional berpotensi mencapai US$ 618 miliar. Selain itu, nilai ekspor diperkirakan meningkat hingga US$ 857 miliar dan mampu menciptakan lebih dari 3 juta lapangan kerja baru.
Ia menambahkan, investasi yang masuk ke Indonesia saat ini masih didominasi sektor mineral dengan nilai sekitar Rp 98,3 triliun. Setelah itu disusul sektor perkebunan dan kehutanan sebesar Rp 29,8 triliun, sektor minyak dan gas Rp 17,6 triliun, serta sektor kelautan sekitar Rp 1,7 triliun.
Pemerintah berharap peluang investasi di sektor baterai kendaraan listrik dapat semakin menarik minat investor global sekaligus mempercepat transformasi Indonesia menjadi pusat industri hilirisasi dan kendaraan listrik dunia.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/4719534/original/005391200_1705552574-WhatsApp_Image_2024-01-18_at_11.21.33.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491922/original/066750500_1770110540-1000224247.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5512317/original/001185000_1771941923-Wakil_Menteri_Investasi_dan_HilirisasiWakil_Kepala_BKPM__Todotua_Pasaribu-24_Februari_2026c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4620095/original/051162300_1698026587-shutterstock_1702270189.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562260/original/063294300_1776822644-Rosan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562282/original/003523000_1776823938-Rosan_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509268/original/035698400_1771672433-CEO_Danantara__Rosan_Roeslani-21_Februari_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5272407/original/083057100_1751544308-1000061736.jpg)