Sukses

Investor Asing Jual Saham Rp 668 Miliar, IHSG Turun 32,79 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah sepanjang perdagangan saham Kamis pekan ini.

Tekanan IHSG ini terjadi di tengah aksi jual investor asing dan pembacaan nota keuangan Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2019.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (16/8/2018), IHSG merosot 32,79 poin atau 0,56 persen ke posisi 5.783,79. Indeks saham LQ45 susut 0,83 persen ke posisi 904,78. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Sebanyak 242 saham melemah sehingga menekan IHSG. 128 saham diam di tempat dan 135 saham menguat.

Pada Kamis pekan ini, IHSG sempat berada di posisi tertinggi 5.811,62 dan terendah 5.743,49. Transaksi perdagangan saham cuku ramai. Total frekuensi perdagangan saham 336.714 kali dengan volume perdagangan 8,3 miliar saham.

Nilai transaksi harian saham Rp 6,7 triliun. Investor asing jual saham Rp 668,04 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.603.

Sbagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham industri dasar naik 1,03 persen, sektor saham aneka industri mendaki 1,44 persen, sektor saham barang konsumsi mendaki 0,71 persen dan sektor saham manufaktur menanjak 0,91 persen.

Sementara itu, sektor saham infrastruktur melemah 1,78 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham keuangan susut 1,65 persen dan sektor saham tambang turun 1,58 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham ANDI melonjak 70 persen ke posisi 340 per saham, saham MDIA menanjak 33,76 persen ke posisi 210 per saham, dan saham FILM menguat 17,65 persen ke posisi 1.100 per saham.

Selain itu, saham-saham yang tertekan antara lain saham PNSE turun 24,71 persen ke posisi 960 per saham, saham ABMM tergelincir 16,13 persen ke posisi 1.820 per saham dan saham JPRS susut 13,71 persen ke posisi 214 per saham.

Bursa Asia pun kompak melemah. Indeks saham Hong Kong Hang Seng tergelincir 0,82 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi berkurang 0,80 persen, dan indeks saham Jepang Nikkei susut 0,05 persen.

Selain itu, indeks saham Shanghai melemah 0,66 persen, indeks saham Singapura merosot 0,69 persen dan indeks saham Taiwan turun 0,31 persen. Sedangkan indeks saham Thailand menguat 0,07 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan,seiring tekanan eksternal yang begitu kompleks terkait krisis keuangan Turki menekan IHSG. Krisis Turki berimbas pada ketidakpastian global sebab hal itu berkaitan erat dengan turunnya harga komoditas dunia.

"Serta ditambah lagi dengan minimnya sentimen positif dari domestik turut mempengaruhi pelemahan indeks saham," kata Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, asumsi makro ekonomi yang tercatat dalam RAPBN 2019 juga dinilai masih realistis. Ini karena pemerintah mempertimbangkan segala aspek terutama menyikapi berbagai tantangan eksternal.

 

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

 

2 dari 2 halaman

Bursa Global Melemah, IHSG Merosot 28,52 Poin

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah. Laju IHSG ikuti pergerakan bursa saham global.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Kamis 16 Agustus 2018, IHSG melemah 28,52 poin atau 0,49 persen ke posisi 5.788. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG susut 43,47 poin atau 0,75 persen ke posisi 5.773,11. Indeks saham LQ45 melemah 0,91 persen ke posisi 094,19. Seluruh indeks saham acuan kompak melemah.

Sebanyak 149 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah. 67 saham menguat dan 91 saham diam di tempat.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 5.788,06 dan terendah 5.743,49.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 31.592 kali dengan volume perdagangan 332 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 579,4 miliar. Investor asing jual saham Rp 57,89 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.603.

Sebagian besar sektor saham melemah kecuali sektor saham aneka industri naik 0,54 persen. Sektor saham keuangan turun 0,93 persen, dan catatkan penurunan terbesar.

Disusul sektor saham industri dasar susut 0,64 persen, dan sektor saham tambang merosot 0,58 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham ANDI naik 70 persen ke posisi 340 per saham, saham FILM menanjak 13,90 persen ke posisi 1.065, dan saham BBHI mendaki 9,68 persen ke posisi 170 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham CSIS turun 13,98 persen ke posisi 406 per saham, saham IIKP susut 10,69 persen ke posisi 234 per saham, dan saham NOBU tergelincir 8,33 persen ke posisi 825 per saham.

Bursa saham Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,17 persen, indeks saham Jepang Nikkei mendaki 0,13 persen, indeks saham Shanghai menguat 0,15 persen.

Sementara itu, indeks saham Korea Selatan Kospi turun 1,23 persen, indeks saham Singapura susut 0,36 persen dan indeks saham Taiwan merosot 0,02 persen.

 

 Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Debut di BEI, Harga Saham Andira Agro Melonjak 70 Persen
Artikel Selanjutnya
Bursa Global Tertekan, IHSG Merosot 28,52 Poin