Sukses

IHSG Bergerak Menghijau, Rupiah di Posisi 14.498 per Dolar AS

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada pembukaan perdagangan saham Jumat pekan ini.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Jumat (3/8/2018), IHSG naik terbatas 6,1 poin atau 0,10 persen ke posisi 6.017,84. Kemudian pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG menguat tipis 6,1 poin atau 0,11 persen ke posisi 6.018,05.

Indeks saham LQ45 menanjak 0,06 persen ke posisi 949,98. Sebagian besar indeks saham acuan kompak menghijau. Sebanyak 108 saham menguat sehingga angkat IHSG. Sedangkan 99 saham melemah.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di posisi tertinggi 6.020,3 dan terendah 6.012,02. Total frekuensi perdagangan saham tercatat 7.257 kali dengan volume perdagangan saham 1,9 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 101,5 miliar.

Investor asing beli saham Rp 21,47 miliar di total pasar. Posisi Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.498.

Sebagian besar sektor saham sama-sama menguat dan melemah. Sektor saham industri dasar naik 0,52 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham konsumsi mendaki 0,30 persen. Seta sektor saham manufaktur melemah 0,27 persen.

Sementara sektor yang melemah perdagangan yang turun 0,39 persen, perkebunan sebesar 0,19 persen dan aneka industri 0,23 persen.

Saham-saham cetak penguatan terbesar antara lain saham TCPI naik 14,46 persen ke posisi Rp 4.590 per saham, saham IGAR mendaki 7,57 persen ke posisi Rp 398 per saham, dan saham MLPT melonjak 6,45 persen ke posisi Rp 825 per saham.

Sedangkan saham yang tertekan antara lain saham FREN melemah 6,92 persen ke posisi Rp 148 per saham, saham CTTH tergelincir 4,76 persen ke posisi Rp 100 per saham, dan saham TBIG susut 4,46 persen ke posisi Rp 5.350 per saham.

 

2 dari 2 halaman

Naik Terbatas, IHSG Sendirian Menghijau di Bursa Asia

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Investor asing lanjutkan aksi beli menjadi katalis positif pada awal sesi perdagangan.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Kamis (2/8/2018), IHSG naik terbatas 6,16 poin atau 0,10 persen ke posisi 6.039,58. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG menguat tipis 7,01 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.040. Indeks saham LQ45 menanjak 0,30 persen ke posisi 957,47. Sebagian besar indeks saham acuan kompak menghijau.

Sebanyak 136 saam menguat sehingga angkat IHSG. Sedangkan 62 saham melemah dan 111 saham diam di tempat.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di posisi tertinggi 6.055,06 dan terendah 6.035,06. Total frekuensi perdagangan saham tercatat 24.105 kali dengan volume perdagangan saham 277,5 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 332,2 miliar.

Investor asing beli saham Rp 59,12 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.436.

Sebagian besar sektor saham sama-sama menguat dan melemah. Sektor saham keuangan naik 0,88 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham infrastruktur mendaki 0,76 persen. Sedangkan sektor saham perdagangan melemah 0,64 persen.

Saham-saham cetak penguatan terbesar antara lain saham RIGS naik 25 persen ke posisi Rp 290 per saham, saham PTSN mendaki 16,07 persen ke posisi Rp 390 per saham, dan saham TCPI melonjak 14,33 persen ke posisi Rp 3.670 per saham.

Sedangkan posisi yang tertekan antara lain saham INPP melemah 20,78 persen ke posisi Rp 610 per saham, saham TRIO tergelincir 7,26 persen ke posisi Rp 575 per saham, dan saham MYOH susut 3,45 persen ke posisi Rp 840 per saham.

Di bursa Asia, sebagian besar indeks saham acuan tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng susut 1,25 persen, indeks saham Shanghai melemah 1,42 persen, indeks saham Singapura merosot 1,34 persen, indeks saham Taiwan turun 0,80 persen dan indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 0,33 persen.

Riset PT Artha Sekuritas menyebutkan IHSG akan menguat didorong data inflasi membaik. Di sisi lain, pengumuman suku bunga acuan the Federal Reserve akan sebabkan tingginya fluktuasi harga saham. IHSG akan terkonsolidasi dalam jangka pendek.

Loading
Artikel Selanjutnya
IHSG Bakal Tertekan, Simak Saham Pilihan Berikut Ini
Artikel Selanjutnya
Apple Cetak USD 1 Triliun, Wall Street Bergerak Bervariasi