Sukses

Tol Laut agar Makin Efektif Perlu Perbanyak Gudang dan Truk

Liputan6.com, Jakarta - Implementasi tol laut yang dijalankan Kabinet Kerja di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat Indonesia makin kompetitif di era millenial.

Pengamat Maritim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Raja Oloan Saut Gurning mengaku ide tol laut tersebut telah menampakkan hasilnya dan membuat ekonomi Indonesia terus tumbuh.

Dia menuturkan, kehadiran tol laut yang merupakan konsep pengangkutan logistik kelautan telah berhasil menurunkan harga bahan pokok di beberapa daerah wilayah timur Indonesia.

"Serta makin tingginya frekuensi angkutan kapal baik kapal barang maupun kapal penumpang dari dan sejumlah pelabuhan di tanah air khususnya di wilayah Timur. Hal ini selaras dengan salah satu misi dan visi tol laut yakni bertujuan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di Nusantara," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (19/12/2017).

Dengan ada hubungan antara pelabuhan-pelabuhan laut ini, menurut dia, dapat diciptakan kelancaran distribusi barang hingga ke pelosok.

Ia menuturkan, dalam program tol laut ini, angkutan laut baik kapal barang maupun kapal penumpang memainkan peran penting dalam memastikan berjalannya program logistik nasional jalur laut tersebut.

Salah satu indikator yang ingin dicapai Pemerintah adalah ketersediaan komoditas pangan dan berbagai kebutuhan pokok masyarakat di kawasan Timur Indonesia dengan harga yang terjangkau. Pemerintah sudah mengusahakan tol laut sebagai jalur transportasi laut bagi sejumlah komoditas.

Saut menambahkan, dengan tol laut tersebut diharapkan wilayah-wilayah Indonesia, utamanya bagian Timur, untuk dapat terhubung sehingga mampu menekan harga komoditas. Adapun, saat ini di Indonesia bagian Timur sudah dirasakan oleh masyarakat ada penurunan harga 20-25 persen.

"Saya kira sebuah penurunan yang cukup tinggi. Namun, nantinya apabila rute dan trayek ini semakin banyak, kita meyakini bahwa turunnya harga-harga ini akan menjadi semakin lebih baik lagi," ujar Raja Saut Gurning.

Ia menyarankan, agar tol laut makin sukses harus didukung infrastruktur dan moda transportasi darat. Dicontohkannya seperti ketersediaan gudang-gudang, truk-truk pengangkut, supermarket,gudang penyimpanan dan SDM bongkar muat barang. Hal lain adalah ketersediaan bunkering untuk suplai BBM kapal.

Fasilitas seperti ketersediaan terminal, pasar, gudang penyimpan dan lain merupakan kebutuhan yang sangat mendesak.

"Hingga nanti di pelabuhan pelabuhan itu tercipta market yang potensial yang akan menyebabkan keseimbangan angkutan kapal baik yang menuju wilayah barat Indonesia maupun pelabuhan-pelabuhan di Indonesia Timur," jelas dia.

Pemerintah sendiri melalui Kementerian Perhubungan (Kemnhub) masih terus melakukan evaluasi terkait pelaksanaan tol laut di lapangan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan optimalisasi 13 trayek memanfaatkan program Rumah Kita yang tersebar di sejumlah titik. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Adapun Rumah Kita merupakan pusat logistik yang dikelola oleh sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) diantaranya PT Pelindo I, II, III dan Pelindo IV serta PT Pelni dan PT ASDP. Salah satu fungsi Rumah Kita yakni mampu mendistribusikan komoditas secara lebih efektif sehingga disparitas harga menurun

Target dari program tol laut di antaranya penyediaan 306 lokasi pelabuhan laut di 306 lokasi hingga 2019 dan 103 unit kapal perintis laut.

Hingga  November 2017 Kapal Pelni sudah mengangkut 3,16 juta orang dan Kapal Perintis sebanyak 475.543 orang. Sedangkan muatan dalam negeri hingga Oktober 2017 sebanyak 18.3 miliar ton dan luar negeri 593 juta ton. (Yas)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 dari 2 halaman

Pengusaha Ritel Minta Diberi Akses Tol Laut

Sebelumnya, Pengusaha ritel modern meminta pemerintah untuk diberikan akses penggunaan tol laut. Tol laut demi mengurangi biaya logistik para pengusaha ke daerah di luar Pulau Jawa.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia (Asperindo) Roy N Mandey, mengatakan selama ini para pengusaha mengalami kesulitan dalam membantu pemerintah mengurangi disparitas harga, antara Indonesia Barat dengan Timur.

Salah satu kesulitan itu adalah terbatasnya angkutan logistik yang bisa dipilih pengusaha dengan harga yang lebih murah.

"Sebenarnya kami harap peritel modern bisa mengangkses tol laut. Hari ni belum bisa dapatkan full akses tol laut. Karena dengan tol laut itu harga terjangkau, jadi disparitas harga itu bisa dikurangi antara Jawa dan Papua," kata dia di Kantor Bulog, Jakarta, Senin 27 November 2017.

Pihaknya saat ini tengah melakukan penjajakan kepada pemerintah untuk bisa mendapat akses penggunaan tol laut tersebut.

Setidaknya ada beberapa kementerian yang sudah dilakukan komunikasi, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

"Kalau kita bisa akses tol laut ini semestinya harga bahan pokok yang kami jual di Indonesia Timur itu bisa turun 15-20 persen," dia memaparkan.

Efektivitas arus distribusi dari barat ke timur ini, sekaligus melengkapi kerja sama Asperindo dengan Perum Bulog yang berlangsung hari ini. Kerjasama ini dalam rangka menjaga pasokan bahan pokok sehingga harga tetap stabil.