Sukses

Tol Laut Bikin Harga Bahan Pokok hingga Semen Turun 20 Persen

Liputan6.com, Jakarta Program Tol Laut berdampak pada penurunan harga barang di wilayah terpencil dan terdepan Indonesia. Secara rata-rata, penurunan harga barang mencapai 20 hingga 30 persen.

"Menunjukkan adanya penurunan yang cukup signifikan terhadap harga-harga barang. Khususnya di Papua dan NTT 20-30 persen saya kira," kata Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Wahju Satrio Utomo di Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Bay M Hasani mengatakan, penurunan tersebut tidak hanya terjadi pada kebutuhan pokok, tapi juga pada material bahan bangunan. "Itu kan rata-rata 20 persen seperti gula, beras, semen," kata dia.

Tol Laut ialah program pengiriman barang di laut ke wilayah terpencil dan terdepan Indonesia. Program ini paling terasa di wilayah timur Indonesia yang selama ini harganya relatif mahal.

"Di NTT atau Maluku Utara, di Papua. Papuanya tapi di pesisirnya, kalau di pegunungannya lain lagi, karena diangkut dengan transportasi lain," dia menambahkan.

Bay menjelaskan, Tol Laut menjaga pasokan barang sehingga harganya relatif terjaga. Sebagai contoh, di Natuna pada waktu tertentu pasokan barang tersendat sehingga harga barangnya merangkak naik.

"Kalau kapal kecil itu kan musim tertentu, cuaca yang buruk biasanya November, Desember, Januari sampai Maret 4 bulan itu ketersediaan barang di Natuna minim sehingga harga menjadi melonjak," jelas dia.

Dia mengatakan, pada program Tol Laut, pengiriman barang menggunakan kapal besar dan dilakukan berjadwal. Hal ini memberikan kepastian pasokan barang.

"Sehingga pada musim terburuk yang selama ini enggak bisa dilayani tradisional, maka itu tetap jalan. Sehingga kestabilan kesediaan barang dan harga terjamin," pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

2 dari 2 halaman

Kemenhub Tambah 2 Trayek Tol Laut

Pemerintah akan menambah dua trayek Tol Laut pada 2018. Tol Laut ialah sistem pengangkutan barang di laut untuk menjangkau wilayah tertinggal, terpencil, dan terluar di Indonesia.

Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Wahju Satrio Utomo mengatakan, dengan penambahan tersebut, tahun depan ada 15 trayek Tol Laut. Saat ini, terdapat 13 trayek Tol Laut.

"Pada 2018 kita merencanakan akan meningkatkan jumlah trayek, 15 trayek akan semakin memperluas jangkauan Tol Laut sendiri," kata dia, di Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Dia menuturkan, Tol Laut ditujukan untuk menekan disparitas harga di wilayah-wilayah pinggiran. Tak secara rinci, Wahju mengatakan, tambahan trayek tersebut menjangkau Indonesia bagian timur.

"Ini belum bisa ditentukan sekarang, tapi sudah direncanakan, karena ini melalui subsidi nantinya. Tapi sudah disiapkan anggaran untuk penambahan dua itu," kata dia.

Dia mengatakan, alokasi anggaran untuk Tol Laut tahun depan sekitar Rp 447 miliar. Alokasi tersebut naik dibanding tahun ini sebesar Rp 335 miliar.

Dia menambahkan, dalam Program Tol Laut, pemerintah juga melibatkan pihak swasta.

"Program ini tidak hanya melibatkan Pelni sebagai BUMN, tapi juga swasta. Kita harap swasta lebih berperan aktif dalam penyelenggaraan Tol Laut ini. Karena bagaimanapun tugas bersama, tugas bangsa ini bagaimana bisa memeratakan pembangunan," ujar dia.