Sukses

Penjualan Hewan Kurban Lesu pada 2017

Liputan6.com, Jakarta - Penjual hewan kurban mengeluhkan menurunnya penjualan pada 2017. Hal tersebut disebabkan waktu perayaan Idul Adha berdekatan dengan tahun ajaran baru.

Penjual hewan kurban di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Rohmat (47) mengungkapkan, ‎penjualan hewan kurban tahun ini jauh lebih sepi dibanding tahun lalu. Padahal, tidak ada kenaikan harga dari tahun lalu. Untuk kambing dijual pada kisaran Rp 2,5 juta-Rp 4,5 juta, sementara sapi Rp 18 juta-Rp 29 juta.


Rohmat mengatakan, ‎biasanya menjelang perayaan Idul Adha, barang dagangannya sudah hampir habis terjual. Namun untuk tahun ini, sejak satu pekan lalu membuka lapak sampai empat hari menjelang Idul Adha, dia baru menjual kurang dari separuhnya.‎ Dari 34 ekor sapi yang didatangkan dari Lamongan, Jawa Timur, baru terjual 15 ekor.

"Sekarang ini lebih sepi, tidak seramai tahun kemarin. Biasanya menjelang hari H ramai," kata Rohmat, saat berbincang dengan Liputan6.com di lapak penjualan hewan kurbannya, Jalan Bina Mara Cipayung, Jakarta Timur, Senin (28/8/2017).

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Faktor Ini Bikin Penjualan Hewan Kurban Lesu

‎Dia menuturkan, sepinya penjualan hewan kurban diakibatkan pelaksanaan kurban berdekatan dengan tahun ajaran baru. Sehingga pengeluaran masyarakat sudah lebih dulu difokuskan untuk membiayai pendidikan anaknya. Informasi ini didapatnya dari pelanggan yang biasa membeli hewan kurbannya.

"Banyak alasan karena tahun ajaran baru, itu dari beberapa langanan yang saya telepon. Katanya jadi tidak kurban dulu. Ada yang memasukkan anaknya kuliah, ada yang masuk sekolah," jelas Rohmat.

Hewan kurban 2

‎Hal yang sama juga dialami penjual hewan kurban lainya Ratno (49). Dalam 10 hari dia baru menjual kambing 40 ekor, dari 80 ekor yang didatangkan dari Banyumas, Jawa Tengah. Padahal, tahun lalu dia mampu menjual 80 ekor, sedangkan untuk sapi sudah 20 ekor yang terjual, tetapi dibanding yang belum terjual jauh lebih banyak.

"Walau menjelang Idul Adha, masih sepi sekarang,‎" tutur penjual hewan kurban di kawasan Cilangkap, Jakarta Timur, tersebut.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.